26.2 C
Jakarta
BerandaInfoIroni di Mamuju: Saat Prabowo Canangkan 'Perang Sampah', Gaji Petugas Nunggak, GEBRAK...

Ironi di Mamuju: Saat Prabowo Canangkan ‘Perang Sampah’, Gaji Petugas Nunggak, GEBRAK Sulbar Desak Audit DLHK

MAMUJU, MEDIA ISTANA.CO – Visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan Indonesia dari kepungan sampah melalui kolaborasi lintas sektoral termasuk TNI-Polri, kini membentur tembok birokrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Di saat pusat menggaungkan semangat “perang melawan sampah”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju justru kedodoran memenuhi hak dasar garda terdepan mereka: para petugas kebersihan.

​Sudah dua bulan terakhir, upah para penyapu jalan dan pengangkut sampah di Mamuju tak kunjung dibayarkan. Hal ini memicu aksi mogok kerja massal sebagai bentuk protes atas ketidakpastian nasib para pekerja yang menjadi ujung tombak kebersihan ibu kota provinsi tersebut.

GEBRAK Sulbar: “Pemkab Mamuju Melawan Arus Kebijakan Presiden”

​Ketua Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Sulbar, Idham, mengecam keras kelalaian Pemkab Mamuju. Menurutnya, alasan “transisi administrasi” yang dikemukakan pemerintah daerah adalah dalih klasik yang tidak berperikemanusiaan dan menunjukkan ketidakseriusan daerah dalam mendukung visi nasional.

​”Sangat miris dan memalukan. Di tingkat pusat, Presiden Prabowo sampai mengajak TNI dan Polri turun tangan demi perangi sampah, tapi di Mamuju, petugas profesional yang setiap hari bertaruh nyawa justru dibiarkan lapar karena gajinya ditahan dua bulan,” tegas Idham saat dihubungi,.

​Tak hanya mengecam keterlambatan gaji, Idham juga mencium adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Mamuju. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk segera melakukan langkah konkret.

​”Kami meminta APH dan Inspektorat segera melakukan audit investigasi terhadap DLHK Kabupaten Mamuju. Alasan transisi itu tidak berdasar. Kita perlu tahu ke mana larinya anggaran rutin untuk kebersihan ini. Jangan sampai hak rakyat kecil disandera oleh manajemen yang carut-marut atau bahkan potensi penyimpangan anggaran,” cetus Idham

​Idham menilai, urusan perut petugas kebersihan tidak bisa menunggu selesainya urusan meja di kantor bupati. “Ini adalah bentuk kegagalan tata kelola yang nyata. Pemkab Mamuju seolah berjalan ke arah yang berlawanan dengan semangat Presiden,” tambahnya.

​Langkah Pemkab Mamuju ini dianggap secara langsung menggembosi program strategis Presiden Prabowo yang ingin menjadikan kebersihan lingkungan sebagai pilar ketahanan nasional. Ketidaksiapan daerah dalam menjamin kesejahteraan petugas kebersihan membuktikan adanya keterputusan (disconnect) antara komitmen pusat dan eksekusi di daerah.

GEBRAK Sulbar menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan pembayaran dan audit transparan, mereka akan menggalang aksi lebih besar untuk menuntut keadilan bagi para pahlawan kebersihan Mamuju.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!