26.8 C
Jakarta
BerandaBISNIS10 TON KAKAO FERMENTASI BERAU EKSPOR KE PRANCIS, KOMODITAS UNGGULAN DORONG PERTUMBUHAN...

10 TON KAKAO FERMENTASI BERAU EKSPOR KE PRANCIS, KOMODITAS UNGGULAN DORONG PERTUMBUHAN PRODUKSI NASIONAL

Media Istana

Berau, 5 Maret 2026

Sebanyak 10 ton kakao fermentasi premium asal Berau resmi diekspor ke Prancis pada 3 Maret 2026 lalu, dengan dukungan eksportir PT KHASS dan akan diterima oleh produsen cokelat ternama Valrhona. Pengiriman ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi petani lokal, tetapi juga menunjukkan peran krusial Berau kakao dalam memperbesar produksi kakao baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pengiriman ke Prancis tidak terlepas dari pemenuhan berbagai persyaratan dan sertifikasi yang ketat. Kakao harus memenuhi standar Uni Eropa terkait keamanan pangan dan kebersihan, termasuk batasan kontaminan seperti pestisida, mikotoksin, hidrokarbon aromatik siklik, kontaminasi mikrobiologis, serta logam berat seperti kadmium. Bagi produk organik, label wajib mencantumkan nama dan kode badan inspeksi beserta nomor sertifikasi. Selain itu, produsen juga harus memenuhi standar kualitas khusus pembeli; contohnya Valrhona yang melakukan audit menyeluruh meliputi tinjauan kebun, proses fermentasi, komitmen praktik berkelanjutan, anti-deforestasi, hingga uji laboratorium untuk kadar logam berat.

Dokumen yang diperlukan dalam pengiriman meliputi NIB, NPWP, faktur komersial, daftar kemasan, surat keterangan asal (SKA/COO), serta label produk berbahasa Inggris. Selain itu, juga mungkin diperlukan izin edar atau sertifikasi sesuai peraturan yang berlaku. Dalam hal moda transportasi, pengiriman laut umumnya digunakan untuk volume besar dengan estimasi waktu tiba 25-45 hari dan biaya lebih ekonomis – harga untuk LCL sekitar Rp4.000.000-Rp7.000.000 per CBM, sedangkan FCL 20 ft sekitar Rp35.000.000-Rp55.000.000 dan FCL 40 ft sekitar Rp55.000.000-Rp75.000.000. Untuk kebutuhan darurat atau volume kecil, tersedia pilihan pengiriman udara dengan waktu tiba 3-7 hari dan biaya sekitar Rp300.000-Rp600.000 per kg.

Di balik keberhasilan ekspor ini, Berau kakao telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendorong peningkatan produksi kakao. Pada tingkat lokal, upaya peningkatan produktivitas petani dilakukan melalui program pendukung seperti penyaluran bibit unggul, bantuan agronomis, dan pelatihan teknik budidaya serta pengolahan pascapanen. Contohnya, PT Berau Coal telah menyalurkan lebih dari 155 ribu bibit hingga Agustus 2025 dan memberikan pendampingan kepada 343 petani, yang berdampak pada peningkatan hasil panen dan kualitas produk. Selain itu, pemerintah daerah dan pihak swasta bekerja sama untuk mengembangkan ekosistem industri dengan mempromosikan produk olahan kakao seperti cokelat khas Berau serta mendorong pembangunan pabrik pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas. Kakao juga berperan sebagai komoditas unggulan yang membantu diversifikasi ekonomi daerah, mengurangi ketergantungan pada sektor tambang dan kelapa sawit serta memberikan penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Pada tingkat nasional, Berau kakao menjadi model pengembangan berkelanjutan. Program budidaya berbasis agroforestri tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga berkontribusi pada konservasi lingkungan seperti peningkatan cadangan karbon dan keanekaragaman hayati, yang dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia. Selain itu, kakao Berau telah mendapatkan pengakuan internasional – menjadi salah satu delapan biji kakao khas Indonesia yang lolos seleksi ajang Cocoa of Excellence 2021 di Paris dan memiliki Sertifikasi Indikasi Geografis (IG), yang membantu meningkatkan citra produk kakao Indonesia secara keseluruhan. Kontribusi ini juga tercermin pada peningkatan ekspor nasional, dimana produk kakao dari Berau telah menembus pasar internasional seperti Filipina, Taiwan, Australia, Italia, Jepang, dan baru-baru ini Prancis, yang berdampak pada peningkatan volume ekspor kakao Indonesia dan devisa negara.

  1. Ekspor ke Prancis ini menjadi simbol keberhasilan petani lokal dan membuka peluang untuk pengembangan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi. Pemerintah daerah Berau juga berencana mengembangkan agrowisata kakao dan membina UMKM untuk memproduksi olahan cokelat sebagai oleh-oleh khas daerah.

 

Aroel mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!