Garut, Mediaistsna.com – Kordinator Kecamatan Program Keluarga Harapan (Korcam PKH) Banyuresmi Bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Kasi Kesejahteraan Masarakat Kecamatan Banyuresmi, Kunjungi KPM PKH dan BPNT dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden RI.

Dalam kegiatan ini, Korcam PKH sosialisasikan Desil (Peringkat Kelompok) bagi penerima bantuan sosial dan penjelasan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kegiatan tersebut disambut antusias Warga masyarakat khusunya oleh Kelurga Penerima Manfaat PKH dan BPNT yang belum cair. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Barokah, Kampung KB Cibunuang RT. 01/09 Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Kamis (20/11/2025).

Menurut Korcam PKH A. Miftah, S. Sos menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan bagi keluarga penerima Bansos BLT Kesra dan Program BPNT yang belum cair untuk Bulan (Oktober, November dan Desember), Insyaallah pastinya akan cair, tetapi masih berjalan sesuai tahapan dan pembaharuan data, bagi yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.

“Bagi penerima manfaat bansos, diharapkan bantuan sosial hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu diingatkan, bagi keluarga penerima manfaat untuk menjaga hal-hal lain, sesuai apa yang telah disampaikan, agar tidak dapat merugikan KPM itu sendiri,” ujar A. Miftah, S. Sos.

Ditempat yang sama Kepala Seksi Kesra kecamatan Banyuresmi Neng Erna, S.E., mengatakan, hasil evaluasi hari ini, terdapat banyaknya ditemukan Desil 6 sampai Desil 10, padahal realnya (nyatanya), mereka sangat layak untuk dibantu, maka harus diadakan lagi pembaruan data ke operator (SIKS-NG) Desa Bagendit.
“Pertemuan ini, Alhamdulillah untuk meningkatkan silaturahmi khususnya para KPM BPNT dan PKH lebih memahami dengan adanya edukasi (meningkatkan pengetahuan) dari para pendamping PKH dan TKSK terkait bantuan-bantuan yang cair ataupun tidak cair,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ai Komariah, saat memperhatikan masyarakat yang tidak cair tetapi layak. Jalan keluarnya segera diturunkan desilnya diseseuaikan dengan pakta lapangan.
“Masyarakat miskin ekstrem, Lansia dan Disabiltas yang belum mendapatkan bantuan program BPNT dan PKH, agar diusulkan dan diproses,” ujar Ai Komariah dengan nada serius.
Lanjut Ai Komariah, semoga kedepannya warga tersebut, mendapatkan bantuan pemerintah sesuai program Asta Cita point ke 6, yakni membangun dari desa atau dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” Pungkasnya.
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)