33.8 C
Jakarta
BerandaPEMERINTAHANMenakar Relevansi Visi "Cilacap MAJU & BESAR" di Tengah Pusaran Realitas Politik

Menakar Relevansi Visi “Cilacap MAJU & BESAR” di Tengah Pusaran Realitas Politik

Menakar Relevansi Visi “Cilacap MAJU & BESAR” di Tengah Pusaran Realitas Politik

Hampir satu dekade waktu berjalan, tepatnya satu tahun masa kepemimpinan DR. Syamsul Aulia Rahman, S,STP, MSi sebagai Bupati Cilacap periode 2024-2029, sebuah tanya besar menyeruak ke ruang publik: Masihkah kompas kebijakan Sang Bupati berkiblat pada Visi dan Misi yang dulu digaungkan…???!!!

​Saat masa kampanye, publik seolah terhipnotis oleh narasi “Cilacap MAJU dan BESAR” Janji akan kemandirian, kemajuan pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, laksana angin segar yang membuai harapan rakyat.

Syamsul dengan lantang menjanjikan sebuah era baru yang steril dari praktik-praktik korosif: tidak mengambil gaji, serta mengharamkan jual beli jabatan maupun proyek.

​Namun, politik bukanlah ruang hampa. Di balik elegansi retorika, tersimpan realitas biaya kontestasi yang tidak sedikit.
Desas-desus mengenai dana puluhan miliar rupiah yang digelontorkan demi menduduki kursi “Cilacap-1” memicu spekulasi tentang adanya “hutang budi” politik kepada para penyokong dana dan tim sukses.

Publik kini mulai menyoroti kontradiksi yang muncul ke permukaan. Salah satunya adalah kebijakan efisiensi ekstrem pada Anggaran 2026.

Plt. Camat Sampang, Indah Wahyusari SE, MSi, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran dasar, bahkan untuk sekadar air minum di kantor pemerintahan, bakal ditiadakan.

Kebijakan ini memantik reaksi keras dari para tokoh masyarakat.
Mereka mempertanyakan logika efisiensi tersebut yang dinilai tidak proporsional.

​”Jika bicara efisiensi, mengapa program Bupati ‘Ngantor di Desa’ yang melibatkan mobilisasi puluhan pejabat tetap berjalan. Apa urgensinya….???!!!, ” kritik Hadi Try Wasisto R, salah seorang tokoh yang cukup kritis menyoroti permasalahan sosial.

Bagi sebagian kalangan, program tersebut justru dianggap menciptakan jarak psikologis. Alih-alih merasa terlayani, masyarakat justru merasa sungkan dan minder menghadapi barisan pejabat yang terkadang masih menempatkan diri dengan mentalitas “Raja” ketimbang “Pelayan Rakyat”.

Dilema ini menempatkan Bupati Syamsul di persimpangan jalan yang terjal. Di satu sisi, ia terikat janji normatif kepada rakyat, namun di sisi lain, bayang-bayang kepentingan para “investor politik” dan tim sukses yang mengharapkan timbal balik—baik berupa jabatan maupun proyek—menjadi ujian integritas yang nyata.

Mereka mengingatkan bahwa legitimasi hukum memang berada di tangan Bupati, namun legitimasi moral tetap dipegang oleh rakyat.

“Jabatan politik ada batas akhirnya. Pada saatnya, siapapun akan kembali menjadi rakyat biasa. Jangan sampai ambisi menghalalkan segala cara,, klo pada akhirnya tidak ingin masuk penjara, “.

​Kini, bola panas ada di tangan DR. Syamsul Aulia Rahman. Apakah Visi “Cilacap MAJU dan BESAR” akan benar-benar menjadi manifestasi kesejahteraan rakyat, ataukah hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah sebagai janji manis yang layu sebelum berkembang.

Rakyat Cilacap masih setia menanti bukti, bukan sekadar janji di atas kertas atau seremoni yang sunyi substansi.

by : s u l i y o

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!