Perayaan Natal Yesus Kristus merupakan momen suci yang menghadirkan terang ilahi bagi seluruh umat manusia. Natal mengajarkan kasih yang tulus, pengorbanan, serta kerendahan hati—nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadaban. Seperti lilin Natal yang dinyalakan dan memancarkan cahaya kehangatan, demikian pula semangat Natal diharapkan menerangi relung hati kita semua dengan sukacita dan kedamaian.
Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, bersama Ny. Rohany Vanath, menyampaikan Selamat Merayakan Natal Yesus Kristus 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Provinsi Maluku. Kiranya makna kelahiran Sang Juru Selamat semakin meneguhkan iman, mempererat persaudaraan, serta menguatkan semangat untuk terus menebar kasih, saling menghormati, dan saling melayani dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang penuh makna ini, Wakil Gubernur Maluku juga menghimbau seluruh masyarakat Maluku untuk senantiasa menjaga dan merawat toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi kekuatan dan jati diri orang basudara. Perbedaan iman, suku, dan budaya bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama dengan sikap saling menghargai, dialog yang terbuka, serta semangat kebersamaan.
Menjelang dan memasuki Tahun Baru 2026, marilah kita memperbaharui komitmen untuk terus memelihara kedamaian, menolak segala bentuk ujaran kebencian dan provokasi, serta mengedepankan persatuan demi masa depan Maluku yang aman, harmonis, dan sejahtera. Dengan semangat toleransi dan persaudaraan, pembangunan daerah akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
Semoga Natal membawa terang pengharapan, dan Tahun Baru menghadirkan kekuatan serta kebijaksanaan bagi kita semua dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Natal membawa terang kasih.Tahun Baru menumbuhkan harapan dan persatuan.Damai sejahtera menyertai Maluku dan Indonesia.
(Syam.AS)