27.8 C
Jakarta
BerandaBertaBeredar Isu Korban Tambang Antam, Bupati Bogor Pastikan Informasi Tidak Benar

Beredar Isu Korban Tambang Antam, Bupati Bogor Pastikan Informasi Tidak Benar

Bogor –Media istana.com// Rabu (14/1/26) Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan keterangan resmi terkait beredarnya informasi dugaan adanya korban jiwa akibat munculnya asap di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) UPBE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Bupati menegaskan, kedatangannya langsung ke Kecamatan Nanggung dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Hal tersebut sekaligus mempertegas pernyataan pimpinan PT Antam yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak kecamatan.

“Begitu kami menerima informasi adanya dugaan korban, kami langsung datang ke lokasi untuk memastikan kebenarannya. Setelah kami koordinasi dan verifikasi langsung, dipastikan tidak ada satu pun karyawan PT Antam yang menjadi korban,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan resmi dari PT Antam dan Polres Bogor, peristiwa munculnya asap terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Pada waktu tersebut dipastikan tidak ada aktivitas operasional penambangan yang sedang berjalan.

Bupati juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait isu adanya korban terjebak di “level 700”. Menurutnya, yang benar adalah istilah level tersebut merupakan bagian dari struktur tambang, bukan jumlah korban.

“Yang ada adalah level 400, 500, 600, dan 700. Bukan berarti ada 700 orang terjebak. Informasi itu tidak benar dan sudah diverifikasi langsung oleh pihak Antam,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah bersama aparat terkait tetap menyiagakan mobil pemadam kebakaran, BPBD, serta tim kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan saat pertama kali menerima laporan dugaan adanya korban.

“Alhamdulillah, setelah dipastikan, tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban. Sumber asap juga berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan resmi PT Antam,” jelasnya.

Terkait tingkat keamanan, Rudy menyebutkan bahwa sebelumnya tingkat kewaspadaan sempat meningkat. Namun, berdasarkan laporan terbaru sebelum Magrib, status keamanan telah menurun secara signifikan dan terus dilakukan pemantauan serta verifikasi lanjutan.

Ia mengimbau masyarakat dan seluruh pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, serta memastikan kebenaran sumber sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Kami minta semua pihak, termasuk masyarakat dan media, menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta di lapangan. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat dan memastikan kondisi tetap aman,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama PT Antam dan aparat keamanan akan terus melakukan pemantauan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan aman.

Reporter (NURSALIM)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!