Jakarta, 20 Januari 2026, Mediaistana.Com- Sugeng Harmono selaku Perwakilan Kementerian Kordinator Bidang Pangan Republik Indonesia menegaskan Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, bencana alam serta dinamika global.
Ketahanan pangan nasional dilakukan berbasis perencanaan yang terintegrasi,data lintas sektor serta sinergi pusat daerah, Pemerintah sendiri konsisten untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan pendekatan terintegrasi, kejadian bencana diharapkan tidak mengganggu ketahanan pangan tetapi akan menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan ketahanan pangan yang lebih adaptif serta berkelanjutan,dari bencana menuju Strategi Nasional, pengalaman Indonesia menghadapi bencana hidrometeorologi, kekeringan ekstrim hingga gangguan distribusi pangan telah mendorong lahirnya kebijakan berbasis management resiko pangan,”tegasnya.
Sugeng menjelaskan “kami tidak lagi hanya berbicara produksi melainkan membuat cadangan dan distribusi pangan serta untuk peningkatan daya beli masyarakat,karena itu ekspor ketahanan pangan adalah ekosistem yang melibatkan banyak aektir bukan sektor tunggal.
Pemerintah kini memperkuat peta kerawanan pangan, dengan sistem peringatan dini dan diverifikasi sumber produksi, strategi Pascabencana akan difokuskan pada rehabilitasi lahan pertanian terdampak, penguatan peran BUMN pangan, Optimalisasi teknologi pertanian serta dukungan pembiayaan bagi petani dan pelaku pangan lokal.
Pemerintah telah menyiapkan langkah berbasis data produksi, proyeksi konsumsi dan kapasitas nasional, Swasembada Pangan 2026 tetap akan terjaga bukan hanya slogan, semua ini target yang dihitung dari basis data nasional termasuk peningkatan produktivitas, efisiensi pupuk,perluasan tanam serta penguatan logistik pangan,”jelas Sugeng.
Ketahanan pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, Kolaborasi dengan lembaga riset,pelaku usaha serta pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan, ketika pangan aman bangsa kuat oleh karena itu negara hadir, konsisten dan tidak boleh abai karena pemerintah memandang ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas sosial, ekonomi serta kedaulatan nasional,” tambahnya.
Dengan adanya Forum CORE Outlook Sektoral 2026 merupakan ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi serta pelaku industri dalam merumuskan kebijakan pangan Indonesia yang adaptif, tangguh serta dapat terus berkelanjutan menuju Indonesia emas 2026.