Oleh: Abubakar Karepesina, S.E.
Masohi — Pembentukan dan pengukuhan Kepengurusan Ikatan Maningkamu Kabauw (IMK) Masohi yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Gedung Ikhlas Beramal (Kementerian Agama) Kabupaten Maluku Tengah, menjadi momentum penting bagi masyarakat Negeri Kabauw–Samasuru di tanah perantauan.
IMK Masohi hadir bukan sekadar sebagai organisasi formal, melainkan sebagai wadah pemersatu Anawaria—masyarakat Negeri Kabauw—yang berdomisili di Masohi. Ia lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan, silaturahmi, dan solidaritas dalam bingkai Maningkamu.
Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat dan kompleks, IMK Masohi diproyeksikan sebagai ruang strategis untuk menjawab tantangan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Organisasi ini tidak dibentuk untuk kepentingan seremonial semata, melainkan sebagai rumah bersama—tempat bertemunya nilai, gagasan, dan ikhtiar untuk memperkuat harmoni warga Kabauw–Samasuru, serta meneguhkan kembali tali Ukhuwa Islamiah Maningkamu HATUHAHA.
Sebagaimana kita ketahui, dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi konflik komunal antar negeri di Jazirah Uli HATUHAHA. Peristiwa-peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan luka sosial, tetapi juga mencederai titah dan wasiat luhur para datuk leluhur yang sejak ratusan tahun silam telah menanamkan nilai persaudaraan dan ikatan Maningkamu sebagai fondasi kehidupan bersama.
Konflik-konflik itu sejatinya hanya mewariskan kesedihan dan beban sejarah bagi generasi muda. Padahal, pesan para leluhur begitu jelas: persaudaraan adalah warisan paling berharga yang harus dijaga dan dirawat sepanjang zaman.
Atas izin dan kehendak Allah SWT, IMK Masohi lahir dari lubuk hati terdalam—dari kerinduan akan hangatnya persaudaraan Maningkamu yang tulus dan berkeadaban. Sebagaimana sebuah perumpamaan: kita adalah satu tubuh; ketika satu bagian merasakan sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya. Begitulah hakikat Ikatan Maningkamu HATUHAHA.
Ke depan, IMK Masohi memikul tanggung jawab moral yang besar: menjadi agen perdamaian, agen perubahan, serta garda terdepan dalam memperkuat kesejahteraan sosial warganya. Lebih dari itu, IMK Masohi diharapkan menjadi ruang aman dan produktif bagi generasi muda Kabauw—tempat mengasah potensi, belajar berorganisasi, dan membangun karakter, sembari menjauhkan diri dari segala bentuk perilaku negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
IMK Masohi juga menyampaikan harapan besar kepada basudara Kabauw–Samasuru di Ambon, kabupaten-kabupaten lain, hingga Jakarta, agar segera membentuk IMK di wilayah masing-masing. Dengan demikian, Pataka Kabauw–Samasuru dapat terus dikibarkan—menjadi penanda eksistensi, identitas, dan komitmen persaudaraan—serta dikabarkan kepada para pemangku kepentingan di setiap daerah.
Lebih jauh, terbentuknya IMK di berbagai wilayah diharapkan mampu menstimulus lahirnya Pengurus Besar Ikatan Maningkamu Kabauw–Samasuru (PB-IMK) Maluku, sebagai payung besar persatuan dan perjuangan bersama.
IMK Masohi adalah ikhtiar kolektif untuk merawat warisan leluhur, menjemput masa depan yang damai, dan meneguhkan bahwa Maningkamu bukan sekadar sejarah—melainkan denyut hidup yang terus berlanjut.