Jakarta, Mediaistana.Com — Aksi damai penolakan keberadaan party station di Hotel Kartika One, Lenteng Agung, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang digelar warga pada Jumat malam (30/1/2026) tepat pukul 20.00 WIB berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, S.H., menyampaikan bahwa aparat kepolisian hadir murni untuk melakukan pengamanan dan memastikan aksi berjalan damai tanpa gangguan kamtibmas.
“Kami hadir hanya untuk pengamanan. Aksi berlangsung tertib dan tidak ada gangguan keamanan,Setelah selesai situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Nurma Dewi.
Menurutnya tuntutan warga telah disampaikan secara terbuka dan telah didengar oleh semua pihak terkait, Selanjutnya Polsek Jagakarsa akan mengedepankan jalur mediasi sebagai langkah penyelesaian utama.
“Ke depan akan dilakukan mediasi antara pihak manajemen dan warga, Kedua belah pihak harus duduk bersama agar solusi bisa dicari secara bijak,” tegasnya.
Kompol Nurma juga menyayangkan pelaksanaan aksi yang dilakukan pada malam hari karena berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas serta aktivitas masyarakat sekitar. Namun, pihak kepolisian tetap menghormati hak warga dalam menyampaikan aspirasi.
“Sebenarnya lebih ideal dilakukan pagi hingga sore hari, tapi kami tetap mengawal karena itu hak warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” jelasnya.
Dalam pengamanan aksi tersebut, aparat gabungan diterjunkan dari Polsek Jagakarsa, Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Polda Metro Jaya, dengan total personel sekitar 50 aparat pengamanan, sementara jumlah massa aksi diperkirakan mencapai ±300 orang.
Terkait tuntutan warga yang meminta penutupan permanen party station, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelesaian akan ditempuh melalui mekanisme komunikasi dan mediasi lintas pihak.
“Tidak bisa satu pihak memaksakan kehendak, Semua harus melalui dialog dan mediasi, Kepolisian akan memfasilitasi proses tersebut,” kata Kompol Nurma Dewi.
Aksi damai ditutup tanpa insiden, dan warga kembali membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi serta unek-unek mereka terhadap keberadaan party station yang dinilai meresahkan lingkungan sekitar.