Cilacap-Mediaistana.com – Sebuah kabar gembira bagi masyarakat yang mendambakan pemulihan kesehatan melaluhi pengobatan alternatif.
Telah hadir di tengah masyarakat Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa-Tengah, sosok ahli pengobatan spiritual ternama, Gus Tohir, yang berasal dari lereng Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
Kehadiran beliau kali ini dalam rangka misi kemanusiaan melalui program Bakti Sosial Pengobatan Masal
Metode pengobatan yang ditawarkan tergolong unik dan mengedepankan pendekatan spiritual tanpa melalui tindakan operasi maupun injeksi medis.
Gus Tohir diyakini memiliki kemanjuran dalam membantu proses penyembuhan berbagai keluhan penyakit, mulai dari penyakit fisik seperti kelumpuhan, jantung, dan diabetes, hingga permasalahan batin yang kompleks.
Program bakti sosial ini membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang menderita berbagai macam penyakit, di antaranya : Jantung, Paru, Kanker/Tumor, Stroke, dan Diabetes (Kencing Manis), Mata Katarak, gangguan pendengaran (Tuli), serta Saraf/Ayan, Rematik, Asam Urat, Ambeien, hingga penyakit kulit, Vitalitas pria/wanita dan ikhtiar keturunan.
Guna mempermudah akses bagi warga yang membutuhkan, kegiatan ini dipusatkan di lokasi yang strategis dan religius, yaitu di halaman Masjid Al Huda, Dusun 1, RT 03/RW 01, Desa Buntu, dengan waktu pelaksanaan mulai sejak Minggu, 1 Februari 2026, pukul 07.30 WIB, dengan durasi kegiatan berlangsung secara marathon selama 15 hari ke depan.
Sesuai dengan tajuknya sebagai bakti sosial, layanan ini bersifat Sukarela, yang menunjukkan dedikasi Gus Tohir dalam membantu sesama tanpa membebani masyarakat.
Dalam filosofinya, beliau meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, selama sang hamba memiliki tekad yang kuat untuk berikhtiar dan keyakinan penuh kepada sang Pencipta.
Bagi masyarakat di sekitar Desa Buntu dan sekitarnya yang ingin berikhtiar demi kesembuhan, momen ini merupakan kesempatan berharga untuk mendapatkan penanganan alternatif di lingkungan yang penuh kekeluargaan dan religius.
Memasuki hari ke-7, tampak terlihat antusias warga yang datang berobat masih sangat tinggi.
Mereka rela antri untuk menunggu giliran mendapatkan pelayanan kesehatan (sabtu, 7/02/2026).
Hal tersebut sebagai indikator, jika banyak masyarakat yang kesehatanya terganggu, namun mereka lebih memilih pengobatan alternatif, karena pengobatan medis, selain pelayananya terbelit, biaya-nyapun dinilai cukup tinggi.
“Selama ini, lutut kaki mengalami rasa sakit, bahkan tatkala malam, kepala sering terasa sakit, “kata Marsan, salah satu pasien yang selalu rutin melakukan pengobatan tersebut
Alhamdulilah, setelah melakukan pengobatan, rasa sakit tersebut telah hilang, “lanjutnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh pasien lain dengan beragam penyakit yang dideritanya.
Tak ayal mereka semua merasa sangat terbantu dan sekaligus mengucapkan rasa syukur atas kehadiran gus Tohir.
“Dengan penanganan yang humanis dan biaya sukarela, kami merasa badan kian sehat, sehingga semakin optimis dalam menjalani kehidupan.
Terima kasih Gus Tohir, kebaikan-mu akan selalu kami kenang dan semoga semua amal kebaikanya menjadi ladang amal yang berkah dan dikarunia-i oleh allah swt, “pungkas mereka (suliyo).