27.8 C
Jakarta
BerandaBertaSelamatkan Generasi muda penerus bangsa, Jangan Menjadi Bodoh, karena Kecanggihan teknologi Henpon...

Selamatkan Generasi muda penerus bangsa, Jangan Menjadi Bodoh, karena Kecanggihan teknologi Henpon Android

Mediaistana.com – Bandung -Jawa Barat – Sabtu 7 februari 2026 .Bukan hanya sekedar opini publik tapi menjadi tanggung jawab dan kekahwatiran negara, rusaknya moral generasi muda pelajar penerus bangsa korban dari kecanggihan teknologi henpon android,

Meningkatnya penggunaan telepon genggam (HP) di kalangan pelajar telah menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Berbagai laporan dari sekolah, orang tua, dan pemerhati pendidikan menunjukkan gejala yang sama: menurunnya konsentrasi belajar, melemahnya disiplin, gangguan kesehatan mental, serta perubahan perilaku sosial anak usia sekolah.

Fenomena ini tidak dapat lagi dipandang sebagai persoalan individual keluarga semata. Ketika dampaknya terjadi secara luas dan sistemik, maka persoalan tersebut telah menjadi isu pendidikan nasional yang menuntut kehadiran negara secara nyata dan bertanggung jawab.

Anak sebagai Korban, Bukan Penyebab
Penting ditegaskan bahwa anak-anak bukanlah pihak yang patut dipersalahkan. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital yang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan regulasi dan sistem pengawasan.

Tanpa batasan yang jelas, teknologi yang seharusnya menjadi sarana pendukung pembelajaran justru berpotensi melemahkan proses pendidikan itu sendiri.
Di sisi lain, sekolah sering berada dalam posisi dilematis. Upaya pembatasan penggunaan HP kerap terbentur isu hak anak dan ketiadaan aturan nasional yang tegas. Sementara itu, orang tua juga menghadapi tantangan serupa di rumah.

Suara Orang Tua yang Mencerminkan Kegelisahan Publik.
Keresahan publik tercermin dari pengakuan sejumlah orang tua murid. Seorang wali murid tingkat SMP yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa perubahan perilaku anaknya terjadi signifikan sejak intens menggunakan HP.

“Anak menjadi sulit fokus dan mudah tersulut emosi ketika HP dibatasi. Kami orang tua sering kebingungan karena tidak ada aturan yang seragam antara rumah dan sekolah,” ujarnya.

Orang tua murid lainnya mengungkapkan hal senada.
“Kalau kami membatasi di rumah, anak beralasan teman-temannya bebas menggunakan HP. Sekolah pun ragu bertindak. Tanpa aturan negara, kami seolah dibiarkan berjuang sendiri,” kata seorang ibu dari pelajar sekolah dasar.

Suara-suara ini menunjukkan bahwa ketiadaan kebijakan nasional yang tegas telah menciptakan kekosongan tanggung jawab, di mana anak-anak justru menjadi pihak yang paling rentan.
Regulasi Bukan Pembatasan Hak

Pembatasan penggunaan HP di lingkungan sekolah dan rumah tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai pelanggaran hak anak. Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan negara terhadap tumbuh kembang fisik, mental, dan intelektual generasi muda.

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan bahwa teknologi digunakan secara proporsional dan bertanggung jawab dalam dunia pendidikan. Tanpa regulasi yang jelas, risiko penurunan kualitas sumber daya manusia di masa depan menjadi nyata.

Negara Tidak Boleh Menunda
Tajuk ini memandang bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dan terukur. Tidak cukup dengan imbauan moral atau kebijakan parsial. Diperlukan regulasi nasional yang jelas, seragam, dan dapat diterapkan, disertai pengawasan serta evaluasi berkelanjutan.

Penggunaan HP di kalangan pelajar harus ditempatkan dalam kerangka besar penyelamatan kualitas pendidikan dan masa depan bangsa. Penundaan kebijakan hanya akan memperbesar dampak sosial yang kelak lebih sulit dipulihkan.

Pada akhirnya, teknologi harus menjadi alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sebaliknya. Negara dituntut hadir, memimpin, dan memberi arah, agar generasi muda tidak tumbuh dalam pembiaran yang melemahkan daya pikir dan karakter mereka.

Mediaistana.com

Penulis: David Emman. SE

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!