26.2 C
Jakarta
BerandaInfoGMPRI Buru: Jangan Seret Nama Kapolda dan Pangdam dalam Isu Tambang Ilegal...

GMPRI Buru: Jangan Seret Nama Kapolda dan Pangdam dalam Isu Tambang Ilegal GB Tanpa Bukti

Ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Kabupaten Buru, Rifandi Makatita, angkat bicara terkait isu yang menyeret nama Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura dalam dugaan keterlibatan aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak.

Rifandi menilai tudingan tersebut tidak disertai bukti yang jelas dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyampaian informasi kepada publik harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Isu yang berkembang harus dikaji secara objektif. Jangan sampai opini yang belum tentu benar justru merusak nama baik institusi dan memperkeruh situasi daerah,” ujar Rifandi dalam keterangannya, Kamis, (12/2/2026)

Menurutnya, persoalan tambang ilegal di Gunung Botak merupakan isu kompleks yang membutuhkan penanganan bersama, baik dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung langkah penertiban yang dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Rifandi juga mengimbau agar pihak-pihak yang memiliki data atau temuan tertentu dapat menempuh jalur hukum dan mekanisme resmi, sehingga prosesnya berjalan transparan dan tidak menimbulkan spekulasi liar di ruang publik.

Sebagai organisasi kepemudaan, GMPRI Kabupaten Buru menyatakan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan penegakan hukum yang adil, tanpa adanya penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!