Mediaistana.com
BANYUWANGI – Momentum Hari Pers Nasional dimanfaatkan oleh IWB MAI Pasopati Harimau Blambangan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap dugaan praktik korupsi yang dinilai masih terjadi di Kabupaten Banyuwangi.


Dalam pernyataan sikap yang disampaikan dalam pertemuan bersama sejumlah elemen masyarakat, organisasi tersebut menegaskan bahwa berbagai persoalan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat daerah harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Ketua IWB, MAI ,Pasopati , Harimau Blambangan menilai praktik korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam sektor lingkungan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.
“Pada momentum Hari Pers Nasional ini, kami mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk terus mengawal transparansi dan keadilan. Kami meminta Presiden Republik Indonesia untuk menindak tegas setiap dugaan praktik korupsi di Banyuwangi serta membuktikan komitmen dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu,” tegas perwakilan organisasi dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Cafe Becak Desa Sempu pada Jumat, 13 Februari 2025. Acara dihadiri para jurnalis serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Banyuwangi sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap transparansi dan penegakan hukum.
Mereka juga menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengungkap fakta dan menjaga kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Selain itu, organisasi tersebut mengajak masyarakat untuk berani melaporkan setiap indikasi penyimpangan yang merugikan kepentingan publik, serta mendukung upaya penegakan hukum yang profesional dan transparan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan menjadi bagian dari rangkaian refleksi Hari Pers Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Banyuwangi.(kevin)