BANYUMAS, Mediaistana.com – Dalam upaya merawat denyut nadi kearifan lokal, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 51 Universitas Wijaya Kusuma (UNWIKU) Purwokerto menggelar perhelatan kesenian tradisional Kuda Lumping “Turonggo Sakti”, Senin (16/2).
Bertempat di lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, acara ini menjadi panggung perpaduan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Kemeriahan acara ini semakin bermakna dengan kehadiran jajaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNWIKU Purwokerto serta unsur Forkopimcam Kecamatan Kebasen.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan akademisi dan pemerintah terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga identitas daerah di tengah gempuran zaman.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan manifestasi nyata dari visi mahasiswa KKN UNWIKU dalam:
Melestarikan Budaya Lokal: Menjaga eksistensi Kuda Lumping sebagai warisan leluhur dan sebagai Wadah Kreativitas: Memberikan ruang bagi seniman lokal untuk mengekspresikan kemampuannya, serta Meng-edukasi Masyarakat: Membangun kesadaran kolektif akan pentingnya jati diri budaya bangsa.
Menariknya, mahasiswa tidak hanya menonjolkan aspek estetika seni. Di sela-sela atraksi Turonggo Sakti yang dipimpin oleh Bapak Sulaiman, Kelompok 18 juga mengintegrasikan pameran UMKM lokal.
Langkah strategis ini diambil untuk mendorong perputaran ekonomi warga Karangsari, menjadikan kerumunan massa sebagai peluang pasar bagi produk-produk domestik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi warga Desa Karangsari untuk terus mencintai budayanya sekaligus berdaya secara ekonomi. Ini adalah hiburan yang mengedukasi sekaligus menginspirasi,” ujar salah satu perwakilan KKN Kelompok 18.
Melalui kolaborasi apik ini, KKN UNWIKU Purwokerto berhasil membuktikan bahwa pengabdian masyarakat paling efektif adalah yang menyentuh akar rumput: budaya yang dijaga, dan ekonomi yang diberdayakan.