Subang Media Istana.com. Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) merupakan wadah untuk pembelajaran dan keterampilan masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, khusus nya bagi masyarakat yang putus sekolah dengan program utama menyelenggarakan program paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).
Kabupaten subang saat ini mempunyai 42 PKBM aktif sekaligus sebagai penyelenggara program paket kesetaraan dan masing-masing PKBM untuk tahun ajaran 2026 telah mendapat kucuran Dana BOP dengan nilai yang bervariatif sesuai dengan jumlah warga belajar.
PKBM DWi TUNGGAL adalah salahsatu PKBM yang mendapatkan BOP terbesar diantara PKBM lainnya menurut Informasi untuk BOP th ini PKBM DWI TUNGGAL mendapat BOP Rp. 600.000,000 Bahkan lebih, hasil Investigasi yang kami dapatkan nilai nya sama dengan tahun sbelumnya bahkan th 2025 mendapatkan bantuan program untuk keterampilan yang dikhususkan bagi Warga Belajar (WB)
Alfi salah satu pegiat media sosial ketika dimintai pendapatnya tentang pendidikan Non Formal di Kab.subang menurut nya PKBM di kab.subang sebagain besar harus di Audit saya meyakini mereka hanya mendata warga belajar nya saja mengumpulkan ijasah guna melengkapi syarat program padahal KBM nya tidak berjalan, mereka hanya bikin jadwal KBM saja untuk mengelabui padahal tdk ada pelaksanaan KBM, terkait Dana BOP menurutnya kalau tidak jalan KBM berarti Dana BOP nya hanya jadi bancakan pengelola, masalah, tidak saja di BOP tapi ada juga dana PIP tentu tdk semua warga belajar mendapatkan PIP, tapi bagi warga belajar penerima PIP di PKBM belum tentu juga Dana PIP nya sampai ke warga belajar, menurut saya sudah saat nya PKBM di Kab. subang dilakukan Audit secara menyeluruh saya sendiri sudah mengantongi beberapa PKBM yang akan saya laporkan ke APH dengan berbagai dugaan sebagian besar penyalahgunaan Dana Hibah BOP dan Dana PIP yang tidak sampai ke warga belajar.
menurut nya kalau warga belajar dari luar kabupaten kabupaten sah-sah saja tapi apa mungkin WB mau datang ke salah satu penyelenggara paket diluar domisili nya, saya sudah tau alasan klise dari penyelenggara “kami juga menyediakan tutor disana jadi PBM tetap berjalan” dan seperti biasa yang dilakukan penyelenggara mereka punya agen entah saudara, kenalan untuk mencari anak putus sekolah yang usianya dibawah 21 th supaya dapat BOP dengan janji tidak dipungut biaya/ Gratis mereka tau nya dapat Ijasah, hal seperti ini sebetul nta bukan hal yang Rahasia lagi bahkan Bid PNF dalam hal ini kasi kesetaraan juga sudah mengetahui pun begtu dengan PBM yang jarang bahkan tdk pernah dilakukan oleh para penyelenggara tapi tindakan tegas terhadap penyelenggara yang nakal dianggap hal yang biasa.
sebetulnya banyak yang ingin kami kinfirmasikan kepada ketua PKBM DWI TUNGGAL namun sayang sampai berita ini diturunkan Ket.PKBM DWI TUNGGAL, Eha Selasa (12-02/26) ketika dimintai tanggapan melalui telepon seluler nya malah menjawab hub.aja si Ayah yang tenyata merupakan suami dari Ketua PKBM yang mengaku salah satu wartawan disalahsatu Media yang sempat menjawab “ada apa Kang saya juga wartwan”
(Team)