Anggota, pengurus dan pengawas Koperasi Produsen Parusa Tanila Baru (PTB) menggelar rapat dalam rangka pembahasan dan pemantapan program kerja tahun 2025–2026. Rapat tersebut berlangsung di kantor Koperasi PTB, Jalan Kelapa Dua, Namlea. Sabtu, (21/2/2026)
Rapat dipimpin oleh sekertaris koperasi, Nico Turlatu, dan dihadiri oleh kepala dinas koperasi kabupaten Buru, Baharudin Besan, sejumlah kepala bidang, serta
jajaran anggota/pengurus serta pengawas koperasi PTB. Dalam sambutannya, Nico menegaskan pentingnya sinergi seluruh pengurus dan anggota dalam menjalankan program kerja secara terarah, transparan, dan sesuai regulasi.
“Program kerja tahun 2025–2026 harus menjadi pedoman bersama dalam meningkatkan kinerja operasional tambang rakyat serta kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas secara komprehensif, meliputi aspek legalitas dan perizinan, rencana operasional tambang, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Pada aspek legal dan perizinan, pengurus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pertambangan rakyat, termasuk pelaporan rutin kepada instansi terkait serta koordinasi aktif dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, dalam rencana operasional tambang, dibahas target produksi tahunan, pembagian wilayah kerja anggota, penerapan standar operasional penambangan rakyat, serta penguatan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Rapat juga menyoroti komitmen koperasi dalam pengelolaan lingkungan, seperti pelaksanaan reklamasi pascatambang, pengelolaan limbah tailing, serta larangan penggunaan bahan berbahaya dalam proses penambangan. Program penghijauan kembali menjadi salah satu prioritas dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar wilayah kerja.
Dari sisi keuangan dan usaha, pengurus membahas rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, sistem pembagian hasil kepada anggota, pembentukan dana cadangan dan dana sosial, serta penguatan kerja sama penjualan hasil tambang agar lebih transparan dan menguntungkan anggota.
Selain itu, agenda penguatan kelembagaan turut menjadi perhatian, termasuk pelatihan anggota di bidang teknik pertambangan, manajemen, dan K3, serta rencana digitalisasi administrasi koperasi untuk meningkatkan akuntabilitas.
Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh program kerja tahun 2025–2026 dapat berjalan efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi.