Viral, MBG Telat 4 Jam Wali Murid Berang,
Ditemukan Susu Sudah Basi Dari SPPG Jayawinangun
Indramayu-mediaistana.com
Temuan Susu kotak dari MBG yang dibagikan oleh SPPG desa jayawinangun, kecamatan Kedokan bunder, kabupaten Indramayu dikeluhkan oleh beberapa wali murid dari beberapa sekolah, Dan sempat viral di medsos, Rabu (18/03/2026).
Hal ini menjadi viral di dunia maya, seperti feacbook dan Tik tok oleh beberapa akun mulai dari milik ‘Indramayu Update’ di situ statusnya mengatakan:
“MBG Desa jayawinangun membagikan Susu untuk TK Al-Mujahidin dan Siswa SD jayawinangun banyak yang sudah Basi, apa gunanya Ahli Gizi susu yang terbagikan sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan ini sangat berbahaya untuk kesehatan siswa.
Tolong untuk pihak terkait tindak tegas karena ini bukan lagi kelalaian tapi sudah membahayakan kesehatan.
MBG Desa Jayawinangun kecamatan Kedokan Bunder kabupaten Indramayu. (Soleha Galur)
‘Begitu pun dari akun (Tynaa’Sweety) dirinya mengeluhkan karena keponakannya mendapatkan penyaluran MBG dari SPPG jayawinangun juga susu nya basi, untung bisa langsung dituker di sekolah.
Disisi lain wali murid yang mengeluhkan susu basi juga di aploud lewat media sosial feacbook, dlm status komentar dengan bahasa “Uwis sih susue kya konon nuh…
( Sudah sih susunya kaya gitu tuh…)
Sambil menayangkan foto susu ful crime yang sudah basi.
Sebelumnya terjadi cekcok antara pendistribusian dari SPPG jayawinangun dengan salah satu wali murid.
Pasalnya keributan cekcok tersebut berawal dari janji pihak SPPG jayawinangun menyampaikan ke guru untuk semua siswa harus hadir pukul 13.00 wib.
Setelah sekian lama para siswa dan wali murid yang ikut menunggu kecewa, dikarenakan MBG dari SPPG jayawinangun baru hadir pukul lima sore, spontan wali murid yang ikut menunggu menjadi berang, dan memarahi supir SPPG.
Beruntung tidak terjadi caos antara sopir dan wali murid tersebut.
Meskipun sudah Viral, kasus ini belum ada respon dari pihak sekolah langsung untuk memanggil pihak penyedia layanan (SPPG) guna Klarifikasi dan meminta Evaluasi ketat terkait kebersihan serta kualitas bahan pangan.
BGN ‘badan gizi nasional’ harus Evaluasi dan menyoroti pentingnya kebersihan bahan makanan dan menyarankan agar susu yang di sajikan di pastikan dalam kondisi segar, atau tidak kadaluarsa/di proses untuk mencegah kontaminasi.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan makanan bergizi gratis termasuk susu yang sudah basi,(MBG) dapat dikenai sanksi tegas berupa pemberhentian ahli gizi/pengelola dapur, penghentian operasional sementara untuk evaluasi SOP, hingga teguran keras dari Badan Gizi Nasional.
Tindakan ini dianggap kelalaian serius dalam Standar higienitas pangan.
Berikut adalah rincian sanksi dan tindakan yang diambil:
Pemberhentian Ahli Gizi/Pengelola: SPPG yang terbukti lalai atau mengulangi pelanggaran standar menu dapat memberhentikan personel yang bertanggung jawab.
Penghentian Operasional (Suspensi): Dapur umum atau SPPG, diperintahkan untuk menghentikan sementara operasional untuk evaluasi total dan perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Evaluasi dan Teguran: Pihak berwenang akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses penyiapan, pengolahan, dan pengemasan makanan.
Pengembalian/Penolakan Makanan.
Sekolah diwajibkan menolak dan mengembalikan makanan yang tidak layak (termasuk susu yang sudah basi) kepada SPPG.
Pihak berwenang, seperti Satgas MBG, menekankan pentingnya kebersihan dan menindak tegas kelalaian yang membahayakan penerima manfaat.
IYONS74

