26.9 C
Jakarta
BerandaInfoWarga Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan, Sengketa Masjid Masih Bergulir di Pengadilan

Warga Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan, Sengketa Masjid Masih Bergulir di Pengadilan

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Aksi kekerasan brutal terjadi di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Seorang warga berinisial Toriq menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekitar lima orang, menyusul memanasnya sengketa masjid yang kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di bagian wajah. Dari kondisi yang terlihat, wajah Toriq tampak babak belur, dengan mata bengkak, memerah, dan diduga kuat akibat pukulan bertubi-tubi.

 

Peristiwa ini disebut-sebut sebagai imbas dari konflik kepemilikan masjid yang sebelumnya telah masuk dalam proses gugatan di pengadilan. Ironisnya, menurut keterangan aktivis Banyuwangi M. Yunus Wahyudi, objek yang disengketakan selama ini telah digunakan oleh masyarakat luas sebagai tempat ibadah.
“Ini sudah menjadi milik umat secara sosial, digunakan warga banyak. Awalnya disebut akan diwakafkan, tapi justru malah digugat di pengadilan. Ini yang memicu kemarahan dan konflik di lapangan,” tegas Yunus.

 

Namun yang lebih mengejutkan, Yunus mengungkap dugaan kuat adanya aktor intelektual di balik aksi pengeroyokan tersebut.

 

“Kami menduga ada dalang di belakang, bahkan mengarah ke oknum pengacara. Ini bukan kejadian spontan, ini terstruktur dan harus dibongkar!” ujarnya dengan nada keras.

 

Ia pun secara terbuka mendesak Kapolresta Banyuwangi untuk tidak ragu bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Jangan hanya tangkap pelaku di lapangan! Usut siapa yang menyuruh, siapa yang mendanai. Ini sudah ada korban dengan luka serius. Kalau dibiarkan, hukum bisa kehilangan wibawa!” tegasnya lagi.

 

Kasus ini kini menyulut perhatian publik luas. Konflik yang menyangkut tempat ibadah dinilai sangat sensitif dan berpotensi memicu perpecahan jika tidak segera ditangani secara adil dan transparan.

 

Desakan keras pun menguat agar aparat penegak hukum segera mengungkap seluruh pelaku, termasuk pihak yang diduga menjadi otak di balik aksi brutal terhadap Toriq.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!