Di tengah upaya percepatan pembangunan wilayah kepulauan, wacana pembukaan akses feri menuju Batabual kembali mencuat dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Buru.
Tokoh masyarakat, Dr. Djunaidi Raupele, SE, M.Si, menyampaikan apresiasi sekaligus optimisme terhadap inisiatif yang dinilai sebagai kebutuhan mendesak masyarakat, bukan sekadar gagasan biasa. Menurutnya, akses transportasi laut tersebut telah lama dinantikan warga sebagai solusi atas keterbatasan konektivitas di wilayah tersebut.
Usulan pembukaan jalur feri ini digagas oleh Ketua DPD NasDem Buru, Muhamad Daniel Rigan, dan mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Buru, Bambang Langlang Buana serta berbagai tokoh. Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membuka keterisolasian Batabual sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Sudah lebih dari dua dekade masyarakat menantikan akses transportasi yang mampu memperpendek jarak dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Djunaidi, Minggu, (29/3/2026)
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa gagasan ini sejatinya merupakan bagian dari konsep pengembangan konektivitas kawasan yang lebih luas, yakni “segitiga emas” yang menghubungkan Namlea, Batabual, dan Leihitu. Dalam konsep tersebut, kawasan Negeri Hila hingga Asilulu diproyeksikan menjadi titik strategis penguatan jaringan ekonomi dan sosial antarwilayah di Maluku.
Gagasan besar ini, kata dia, telah dirintis sejak 2001. Salah satu wujud awalnya adalah pembangunan Pelabuhan Ilath yang diharapkan menjadi simpul penting dalam sistem transportasi laut regional. Namun, hingga kini, konektivitas yang diharapkan masih belum sepenuhnya terwujud.
Djunaidi menilai, dukungan yang kembali menguat saat ini menjadi momentum penting untuk merealisasikan visi lama tersebut, terutama di tengah tuntutan pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
“Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi tentang membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memperkuat integrasi wilayah yang selama ini terhambat,” tegasnya.
Ia berharap, dukungan yang telah disampaikan berbagai pihak tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret, perencanaan matang, serta implementasi yang terukur.
Bagi masyarakat Batabual dan sekitarnya, kehadiran akses feri bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga simbol harapan akan masa depan yang lebih terbuka, adil, dan sejahtera.