Bupati Buru, Ikram Umasugi, SE, menyampaikan pesan tegas dan penuh harapan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar yang digelar di Hotel Kai Nawa Namlea, Jumat (10/4/2026).
Dalam pernyataannya, Umasugi menegaskan bahwa Musda kali ini harus menjadi momentum penting untuk melahirkan keputusan-keputusan strategis, sekaligus merumuskan kepemimpinan baru yang lebih kuat dan berkomitmen.
“Sudah barang tentu, harapan ke depan Musda Golkar ke-VI ini bisa melahirkan keputusan-keputusan penting dan strategis. Selain itu, mampu menghadirkan sosok kepemimpinan yang lebih kuat dan memiliki komitmen tinggi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah. Menurutnya, kepemimpinan Golkar ke depan harus mampu membangun komunikasi yang intens dan koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah.
“Ketua terpilih nanti harus bisa bersama pemerintah daerah untuk duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan berbagai persoalan yang bermuara pada kepentingan masyarakat Buru,” ujarnya.
Tak hanya itu, Umasugi juga membuka ruang kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kritik yang disampaikan harus bersifat membangun dan positif.
“Kami membuka ruang kritik, tetapi tentu yang sifatnya membangun. Semua itu demi kemaslahatan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Buru menginginkan hubungan yang harmonis, kolaboratif, dan produktif dengan partai politik, khususnya Golkar, dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik.
Musda VI Golkar diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal partai, tetapi juga titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Buru ke depan.
Bupati Buru Tekankan Kepemimpinan Kuat dan Sinergi di Musda VI Golkar
Bupati Buru, Ikram Umasugi, SE, menyampaikan pesan tegas dan penuh harapan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar yang digelar di Hotel Kai Nawa Namlea, Jumat (10/4/2026).
Dalam pernyataannya, Umasugi menegaskan bahwa Musda kali ini harus menjadi momentum penting untuk melahirkan keputusan-keputusan strategis, sekaligus merumuskan kepemimpinan baru yang lebih kuat dan berkomitmen.
“Sudah barang tentu, harapan ke depan Musda Golkar ke-VI ini bisa melahirkan keputusan-keputusan penting dan strategis. Selain itu, mampu menghadirkan sosok kepemimpinan yang lebih kuat dan memiliki komitmen tinggi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah. Menurutnya, kepemimpinan Golkar ke depan harus mampu membangun komunikasi yang intens dan koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah.
“Ketua terpilih nanti harus bisa bersama pemerintah daerah untuk duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan berbagai persoalan yang bermuara pada kepentingan masyarakat Buru,” ujarnya.
Tak hanya itu, Umasugi juga membuka ruang kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kritik yang disampaikan harus bersifat membangun dan positif.
“Kami membuka ruang kritik, tetapi tentu yang sifatnya membangun. Semua itu demi kemaslahatan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Buru menginginkan hubungan yang harmonis, kolaboratif, dan produktif dengan partai politik, khususnya Golkar, dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik.
Musda VI Golkar diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal partai, tetapi juga titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Buru ke depan.