28.2 C
Jakarta
BerandaBeritaDesak Pemerintah, Dedi Saputra: Stimulan dan Jadup Korban Banjir Harus Didahulukan

Desak Pemerintah, Dedi Saputra: Stimulan dan Jadup Korban Banjir Harus Didahulukan

 

 

Aceh Timur —Mediaistana.com

Dedi Saputra, yang dikenal sebagai pejuang banjir di Aceh Timur, melontarkan kritik keras terhadap rencana pencairan bantuan perbaikan rumah bagi korban banjir. Ia meminta pemerintah daerah untuk menunda sementara pencairan bantuan rumah hingga seluruh korban banjir menerima bantuan dasar seperti jadup (jaminan hidup) dan stimulan secara merata. Minggu 26/4/2026

 

Menurut Dedi, kebijakan yang tidak tepat sasaran dan terburu-buru justru berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat yang hingga kini masih berjuang pasca-bencana banjir besar yang melanda pada 26 November 2025.

 

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat per 15 Desember 2025, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak luas:

73.531 KK atau 265.723 jiwa terdampak

53 orang meninggal dunia

644 orang luka-luka

1.819 orang sakit

11.524 KK mengungsi di 852 titik

Kerusakan infrastruktur dan permukiman juga sangat parah:

5.684 rumah rusak berat

4.422 rumah rusak sedang

6.979 rumah rusak ringan

Total kerugian mencapai sekitar Rp 5,63 triliun

Di tengah kondisi tersebut, Dedi menilai masih banyak korban yang belum mendapatkan hak dasar mereka secara menyeluruh.

 

“Kalau bantuan rumah dicairkan sekarang, sementara jadup dan bantuan stimulan belum merata, ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Jangan sampai rakyat yang sudah susah malah diadu dengan kebijakan yang tidak adil,” tegas Dedi.

 

Ia juga menyoroti kondisi lapangan yang masih jauh dari kata normal, mulai dari:

Jaringan komunikasi terganggu

Banyak warga masih bertahan di tenda pengungsian

Menurutnya, dalam situasi darurat seperti ini, prioritas utama pemerintah seharusnya adalah memastikan seluruh korban mendapatkan kebutuhan dasar terlebih dahulu, bukan langsung masuk ke tahap rehabilitasi rumah.

 

“Kami minta pemerintah jangan tergesa-gesa. Selesaikan dulu hak hidup masyarakat—jadup, makanan, kesehatan, dan bantuan dasar. Baru setelah itu bicara soal rumah. Kalau tidak, ini berpotensi menimbulkan kegaduhan besar di Aceh Timur,” lanjutnya.

 

Dedi menegaskan bahwa suaranya mewakili keresahan banyak korban banjir yang merasa belum sepenuhnya diperhatikan. Ia juga mengingatkan pemerintah agar lebih transparan dan adil dalam pendataan serta penyaluran bantuan.

 

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur masih terus melakukan penanganan darurat dan koordinasi lintas sektor. Namun tekanan dari masyarakat, terutama korban langsung, semakin menguat agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada keadilan dan kebutuhan riil di lapangan.

“Jangan sampai bantuan jadi sumber konflik baru. Rakyat butuh keadilan, bukan janji,” tutup Dedi dengan nada tegas.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!