30.8 C
Jakarta
BerandaInfoDari Bidan Desa Menuju Kursi Direktur RSUD Namlea

Dari Bidan Desa Menuju Kursi Direktur RSUD Namlea

 

Jejak Pengabdian Halija Wael untuk Masyarakat Buru

Perjalanan hidup seseorang sering kali tidak dimulai dari tempat yang megah. Ada yang lahir dari ruang-ruang kecil pelayanan, dari desa terpencil, dari keterbatasan tenaga kesehatan, lalu tumbuh menjadi sosok yang dipercaya memimpin sebuah institusi besar. Kisah itu tergambar dalam perjalanan panjang Halija Wael, atau yang akrab disapa Ibu Ija, perempuan sederhana yang mengabdikan hidupnya bagi pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Buru.

Jauh sebelum duduk di kursi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Namlea, Halija Wael telah menapaki jalan pengabdian sejak tahun 2007. Saat itu ia bertugas sebagai bidan desa di wilayah Walapia III, Kafer Walapia, V. Wayasel hingga Kaki Air. Di masa ketika tenaga kebidanan masih sangat terbatas, ia hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu dan anak.

Ia merupakan bagian dari angkatan keempat penerimaan ASN jurusan kebidanan. Pada masa itu, kebutuhan tenaga bidan sangat tinggi. Dari 14 orang yang mendaftar, hanya empat orang yang diterima. Halija Wael menjadi salah satu di antaranya. Sebuah capaian yang tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga menandai awal dari perjalanan panjang pengabdiannya.

Tahun 2010 menjadi titik penting ketika ia resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Namun bagi Halija, pengabdian tidak dihitung sejak status ASN disematkan. Ia telah melayani masyarakat sejak tiga tahun sebelumnya, turun langsung ke desa-desa, mendampingi persalinan, memberikan penyuluhan kesehatan, dan menjadi garda terdepan pelayanan kebidanan di wilayah terpencil.

Kariernya terus berkembang. Pada tahun 2013, ia mengabdi selama satu tahun di RSUD. Setahun kemudian, tepatnya sejak 2014 hingga Oktober 2025, Halija Wael melanjutkan pengabdian di Puskesmas Namlea. Di tempat inilah dedikasi dan kepemimpinannya semakin terlihat.

Berbagai tanggung jawab pernah diembannya. Selama 12 tahun ia dipercaya menjadi Bendahara BPJS Non Kapitasi, sebuah tugas yang menuntut ketelitian dan integritas tinggi. Ia juga memegang Program Anak selama enam tahun, memastikan pelayanan kesehatan anak berjalan optimal. Tak hanya itu, selama sembilan tahun ia memimpin ruang bersalin sebagai kepala ruangan, posisi yang membutuhkan kemampuan manajerial sekaligus empati dalam menangani pasien.

Pengalaman panjang itulah yang akhirnya mengantarkan Halija Wael menuju amanah yang lebih besar: memimpin RSUD Namlea sebagai direktur. Kepercayaan yang diberikan Bupati Kabupaten Buru, Ikram Umasugi, bukanlah keputusan yang lahir tanpa pertimbangan. Rekam jejak pengabdian, pengalaman lapangan, serta kedekatannya dengan masyarakat menjadi alasan kuat mengapa sosok Ibu Ija dinilai layak memimpin rumah sakit daerah tersebut.

Bagi Halija Wael, jabatan bukanlah puncak kebanggaan, melainkan amanah besar untuk melayani masyarakat lebih luas. Dengan penuh haru ia menerima kepercayaan itu. Ia memahami bahwa masyarakat Buru membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih dekat. Karena itu, ia bertekad mencurahkan seluruh kemampuan dan pengalamannya demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Namlea.

Ia ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi harus selalu dirujuk ke Ambon atau kota lain hanya untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak. Baginya, rumah sakit daerah harus mampu menjadi tempat harapan bagi masyarakat sendiri.

Komitmen itu pula yang membuat Halija Wael berjanji tidak akan mengecewakan amanat yang telah diberikan kepadanya. Dari seorang bidan desa hingga menjadi direktur rumah sakit, perjalanan Ibu Ija adalah bukti bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju kepercayaan masyarakat dan pemimpin daerah.

Di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang, kisah Halija Wael menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan terbaik lahir dari mereka yang pernah berada paling dekat dengan rakyat.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!