24.4 C
Jakarta
BerandaBeritaPemuda Tanimbar Ingatkan Publik Jangan Terjebak Euforia Tenaga Kerja Proyek Migas

Pemuda Tanimbar Ingatkan Publik Jangan Terjebak Euforia Tenaga Kerja Proyek Migas

Saumlaki,mediaistana.com -Harapan besar masyarakat terhadap hadirnya proyek migas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman yang realistis mengenai pola kerja industri minyak dan gas.

Proyek bernilai triliunan rupiah itu disebut tidak otomatis membuka lapangan kerja massal seperti industri manufaktur atau pabrik produksi pada umumnya, Minggu (24/5/2026)

Salah satu pemuda Tanimbar yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai, persepsi publik mengenai ribuan tenaga kerja lokal yang akan langsung terserap dalam proyek migas perlu diluruskan melalui sosialisasi yang jujur, terbuka, dan realistis.

“Banyak masyarakat berpikir kalau proyek besar masuk, maka otomatis semua orang bisa bekerja di dalamnya. Padahal sektor migas berbeda dengan industri pabrik yang membutuhkan banyak tenaga produksi harian,” ujarnya kepada media ini.

Ia menjelaskan, sistem kerja industri migas lebih bertumpu pada teknologi, pengendalian operasi, standar keselamatan tinggi, serta tenaga teknis bersertifikat yang memiliki kompetensi khusus.

Menurutnya, sebagian besar posisi strategis dalam proyek migas membutuhkan pengalaman teknis, sertifikasi profesional, hingga standar kerja internasional yang tidak bisa dipenuhi secara instan.

“Ini minyak dan gas. Operasionalnya sangat ketat. Banyak pekerjaan inti membutuhkan tenaga ahli. Bahkan lulusan sekolah migas pun belum tentu langsung terakomodir,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masyarakat lokal tetap memiliki peluang dalam sektor pendukung operasional proyek, seperti keamanan, transportasi, logistik, kebersihan, katering, administrasi, hingga jasa penunjang lainnya.

Namun ia mengingatkan, masyarakat perlu memahami bahwa persaingan pada posisi teknis dan profesional akan jauh lebih ketat karena melibatkan tenaga kerja berpengalaman dari berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan lebih serius menyiapkan sumber daya manusia lokal sejak dini agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Yang harus dipikirkan sekarang bukan sekadar euforia proyek, tetapi bagaimana anak-anak Tanimbar dipersiapkan melalui pendidikan vokasi, pelatihan bersertifikat, dan magang sesuai kebutuhan industri migas,” tegasnya.

Ia juga menilai sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara objektif agar tidak menimbulkan harapan berlebihan yang berpotensi memicu kekecewaan di kemudian hari.

“Jangan sampai masyarakat berpikir semua akan direkrut menjadi pekerja inti proyek. Edukasi yang realistis justru penting supaya orang bisa menyiapkan diri dari sekarang,” pungkasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!