24.4 C
Jakarta
BerandaBeritaWarga Kilon, Karatat, dan Labobar Soroti Seleksi Peserta MTQ Maluku, Minta Transparansi...

Warga Kilon, Karatat, dan Labobar Soroti Seleksi Peserta MTQ Maluku, Minta Transparansi Rekrutmen

Saumlaki,mediaistana.com -Proses perekrutan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Maluku menuai sorotan dari masyarakat di Kilon, Karatat, dan Labobar, Kecamatan Wuarlabobar. Warga menilai proses seleksi perlu dilakukan lebih terbuka dan adil agar memberi ruang bagi putra-putri asli daerah untuk tampil mewakili Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (24/5/2026)

Sorotan itu muncul karena masyarakat menilai regenerasi qari dan qariah lokal belum sepenuhnya menjadi prioritas. Sejumlah warga mengaku khawatir pembinaan generasi muda daerah akan terhambat apabila kesempatan tampil lebih banyak diberikan kepada peserta yang dinilai bukan hasil pembinaan penuh dari Tanimbar.

“Kalau anak-anak daerah tidak diberi ruang sejak sekarang, maka proses kaderisasi akan sulit berkembang. Padahal banyak generasi muda yang selama ini ikut pembinaan di kampung-kampung,” kata seorang warga Desa Kilon yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, MTQ bukan hanya soal capaian prestasi di tingkat provinsi. Ajang tersebut juga dipandang sebagai sarana membangun sumber daya manusia di bidang keagamaan dan memperkuat identitas daerah.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah daerah dan panitia seleksi menjalankan proses perekrutan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mereka berharap seluruh tahapan seleksi dapat diketahui publik untuk menghindari polemik dan asumsi negatif di tengah masyarakat.

Selain transparansi, warga juga mendorong adanya pembinaan berkelanjutan bagi qari dan qariah lokal. Pembinaan dinilai perlu dilakukan secara serius mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar lahir kader MTQ asli Tanimbar yang siap bersaing di level lebih tinggi.

“Prestasi memang penting, tetapi pembinaan jangka panjang terhadap generasi daerah jauh lebih penting untuk masa depan,” ujar warga tersebut.

Sorotan masyarakat ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pencapaian prestasi dan keberpihakan terhadap pengembangan potensi lokal.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia terkait mekanisme perekrutan peserta MTQ yang dipersoalkan warga.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!