26.8 C
Jakarta
BerandaBeritaJAM-T Desak MoU Mengikat untuk Warga Tanimbar di Blok Masela

JAM-T Desak MoU Mengikat untuk Warga Tanimbar di Blok Masela

Saumlaki,mediaistana.com -Jaringan Aktivis Muda Tanimbar (JAM-T) mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera mengikat INPEX melalui nota kesepahaman (MoU) berkekuatan hukum terkait kuota tenaga kerja lokal, UMKM, dan pasokan pangan dalam proyek Blok Masela.

Desakan itu disampaikan dalam pertemuan JAM-T dengan DPRD dan Pemda KKT pada Selasa (26/5/2026). Forum tersebut dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan sejumlah pimpinan OPD.

Koordinator Aksi JAM-T, Alex Belay, mengatakan respons pemerintah terhadap tuntutan aktivis dinilai positif. Namun, ia menegaskan masyarakat Tanimbar membutuhkan kepastian konkret, bukan sekadar komitmen lisan.

“Ini bukan sekadar bicara investasi besar. Masyarakat Tanimbar harus mendapat perlindungan nyata agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri,” kata Alex.

Dalam forum itu, JAM-T menyampaikan enam tuntutan utama terkait perlindungan hak ekonomi masyarakat lokal di proyek strategis nasional tersebut.

Selain meminta MoU mengikat dengan INPEX, JAM-T juga mendesak pengaktifan kembali BUMD Tanimbar Energi untuk mempersiapkan pengelolaan Participating Interest (PI) 3 persen.

Menurut JAM-T, penguatan BUMD penting agar daerah tidak kehilangan peluang ekonomi dari sektor migas. Mereka menilai pengelolaan PI harus dipersiapkan sejak dini agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Tak hanya itu, JAM-T meminta DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka bersama Pemda, INPEX, dan SKK Migas. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan transparansi perkembangan proyek Blok Masela di ruang publik.

Sorotan juga diarahkan pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terkait lokasi LNG. JAM-T meminta keterbukaan dokumen guna mencegah konflik tata ruang dan potensi sengketa lahan masyarakat adat.

“Publik harus tahu arah proyek ini dibawa ke mana. Transparansi menjadi kunci agar tidak muncul konflik sosial di kemudian hari,” ujar Alex.

JAM-T turut menyoroti program pelatihan tenaga kerja yang sedang berjalan. Mereka meminta pemerintah memastikan program tersebut benar-benar membuka akses kerja bagi warga lokal, bukan sekadar formalitas.

Selain itu, JAM-T mendorong rencana hilirisasi petrokimia Pulau Selaru dimasukkan ke dalam RTRW dan RPJMD Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat arah pembangunan industri jangka panjang di daerah.

Di sisi lain, hingga pertemuan berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak INPEX maupun SKK Migas terkait tuntutan yang disampaikan JAM-T.

Pertemuan tersebut kini menjadi sorotan publik karena menyangkut masa depan tenaga kerja lokal, pengelolaan sumber daya daerah, dan keterbukaan proyek migas terbesar di Maluku.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!