JAKARTA, Mediaistana.Com – 24 Juni 2026 Suasana megah dan penuh antusiasme menyelimuti kawasan Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026), saat digelarnya Press Conference dan Gala Premiere film horor petualangan “Petaka Gunung Welirang”,
Film produksi Starvision yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026 ini berhasil mencuri perhatian publik sejak pertama kali diumumkan,Tak hanya mengangkat kisah misteri Gunung Welirang yang melegenda, film ini juga menghadirkan perpaduan menegangkan antara horor supranatural, petualangan, dan ancaman alam yang mematikan.

Sejak sore hari, karpet merah dipadati para pemain, kru produksi, insan perfilman nasional, awak media, influencer, hingga para tamu undangan yang ingin menjadi saksi pertama pemutaran film tersebut,Kilatan lampu kamera dan sorak antusias para penggemar menciptakan atmosfer meriah yang menandai tingginya ekspektasi terhadap salah satu film horor Indonesia paling ambisius tahun ini.
Dalam sesi konferensi pers, hadir jajaran kreatif dan pemain utama yang membagikan pengalaman mereka selama proses produksi.
Film ini disutradarai oleh Indra Gunawan dengan skenario yang ditulis oleh Upi Avianto, berdasarkan pengembangan cerita yang mengangkat misteri Alas Lali Jiwo di kawasan Gunung Welirang, Sementara itu film ini diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar, dengan dukungan Produser Eksekutif Raza Servia, Reza Servia, dan Amrit Dido Servia.

Deretan pemain yang memperkuat film ini antara lain Antonio Blanco Jr., Alika Jantinia, Giulio Parengkuan, Razan Zu, Jinan Safa, Hana Saraswati, Ramon Y. Tungka, Agus Kuncoro, Shatora Narajan, Jameelah Saleem, Ruth Marini, Gilbert Pattiruhu, Astri Nurdin, Tutus Thomson, Derry Oktami, dan Lucky Moniaga.
Dalam keterangannya kepada media, sang sutradara Indra Gunawan menegaskan bahwa “Petaka Gunung Welirang” bukan sekadar film horor yang mengandalkan kejutan semata.
“Film ini mengajak penonton merasakan teror yang bukan hanya datang dari makhluk tak kasat mata, tetapi juga dari alam yang murka ketika manusia melupakan batas dan keseimbangan yang harus dijaga.”
Mengangkat latar Gunung Welirang yang dikenal memiliki sejarah panjang dan cerita mistis yang hidup di tengah masyarakat, film ini mengikuti kisah lima sahabat yang melakukan pendakian untuk merayakan kelulusan, Namun perjalanan yang awalnya penuh kegembiraan berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka memasuki kawasan misterius Alas Lali Jiwo dan berhadapan dengan teror gaib yang mengancam nyawa mereka.
para tamu undangan langsung disuguhkan pemutaran perdana yang berlangsung dalam suasana penuh antusias,Sejak menit pertama, penonton dibuat tegang oleh kabut misterius, suara gamelan yang muncul tanpa sumber, hingga kemunculan sosok-sosok gaib yang menghantui perjalanan para pendaki.
Beberapa kali terdengar jeritan dan reaksi spontan dari penonton saat adegan-adegan menegangkan muncul di layar, Didukung sinematografi yang gelap, tata suara yang menghantui, serta efek visual yang memukau, film ini berhasil membangun atmosfer mencekam yang konsisten hingga akhir cerita.
Sejumlah tamu undangan memberikan respons positif setelah pemutaran berakhir, Mereka menilai “Petaka Gunung Welirang” berhasil menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dengan memadukan legenda lokal, kisah persahabatan, unsur survival, serta pesan lingkungan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Selain menghadirkan ketegangan dan kengerian, film ini juga menyelipkan pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati lingkungan, Nilai tersebut menjadi kekuatan tersendiri yang membuat film ini tidak hanya menakutkan, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam.
Dengan sambutan hangat yang diterima pada malam gala premiere ini, “Petaka Gunung Welirang” diprediksi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling menyita perhatian sepanjang musim liburan pertengahan tahun 2026.
Kini, publik tinggal menunggu saat kabut misterius dari puncak Welirang benar-benar menyelimuti layar bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.