Saumlaki,mediaistana.com -Momentum Piala Dunia kerap diidentikkan dengan konvoi kendaraan dan perayaan meriah di jalanan. Namun, pandangan berbeda ditunjukkan oleh komunitas Mania Famos Portugal Kepulauan Tanimbar (KKT).
Di bawah kepemimpinan Ketua Komunitas, Fidel Samponu, para pendukung tim berjuluk Selecao das Quinas ini memilih merayakan euforia sepak bola dengan cara yang menyentuh hati: berbagi dengan sesama, Kamis (2/7/2026)
Alih-alih hanya menggelar pawai, komitmen ini diwujudkan melalui aksi sosial nyata dengan menyambangi Panti Asuhan Bakti Luhur yang dikelola oleh Komunitas Susteran Alma.
Di sana, para pengurus dan anggota menyerahkan santunan berupa bantuan kasih bagi anak-anak yatim piatu serta anak-anak berkebutuhan khusus (termarginalkan) yang memerlukan perhatian.
Mengubah Euforia Menjadi Aksi Humanis
Ketua Fans Komunitas Portugal Tanimbar, Fidel Samponu, menggarisbawahi bahwa turnamen akbar ini merupakan momentum emas untuk mempererat persatuan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bukan sekadar urusan menang atau kalah di lapangan hijau.
”Bagi kami, Piala Dunia ini tidak dilihat sebagai momentum bola belaka. Lebih dari itu, momen ini kami pakai untuk meningkatkan tali persaudaraan, kepedulian, dan terus memupuk nilai-nilai sportivitas,” ujar Fidel dalam diskusi terbatas.
Fidel tidak menampik bahwa pawai atau konvoi adalah bagian dari ikon kegembiraan para fans. Namun, komunitasnya sepakat bahwa perayaan akan jauh lebih bijaksana jika dibarengi dengan tindakan humanisme.
”Agenda bantuan sosial yang kami lakukan hari ini merupakan wujud nyata sikap fans Portugal Tanimbar. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan jauh lebih penting daripada euforia semata,” tambahnya.
Menjadi Sumber Kebahagiaan Lewat Hal Kecil
Fidel meluruskan bahwa aksi ini sama sekali bukan untuk pamer atau menunjukkan bahwa komunitasnya bergelimang harta. Gerakan ini murni lahir dari panggilan jiwa untuk saling menopang di tengah keterbatasan.
”Kami yakin dan percaya bahwa sentuhan kecil ini akan sangat bermakna bagi mereka yang membutuhkan. Kita hadir dan terpanggil untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan lewat saling berbagi dari kekurangan kita masing-masing,” tuturnya dengan rendah hati.
Sebagai penutup, Fidel menitipkan pesan mendalam yang menyentuh bagi seluruh masyarakat di Bumi Dua Nanolat.
”Kita tidak perlu harus menjadi orang besar lewat hal-hal besar. Tetapi, kita bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain lewat hal-hal kecil. Famos Portugal Tanimbar akan selalu hadir dengan sentuhan kecil yang membawa dampak besar bagi sesama.”Pungkasnya.