Jakarta, Mediaistana.com– Di tengah maraknya film yang mengangkat tema hiburan semata, perfilman Indonesia kembali menawarkan kisah yang mengajak penonton merenungkan makna kehidupan, Film “Seni Merayu Tuhan” tampil sebagai drama religi dengan pendekatan yang lebih membumi, menyoroti pergulatan batin anak muda dalam menghadapi kehilangan, penyesalan, dan pencarian jalan pulang menuju keimanan.
Diadaptasi dari buku karya Habib Jafar, film ini memilih menghadirkan narasi yang dekat dengan realitas kehidupan generasi muda,Alih-alih menyajikan dakwah secara langsung, cerita dibangun melalui perjalanan emosional seorang pemuda bernama Hikmah yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit setelah kehilangan sosok yang paling berarti dalam hidupnya.
Peristiwa tersebut menjadi awal perubahan besar dalam hidup Hikmah,Dari pribadi yang larut dalam kebebasan masa muda, ia mulai mempertanyakan arti keluarga, tujuan hidup, hingga hubungannya dengan Sang Pencipta, Pergulatan batin itulah yang menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan kisah spiritual yang terasa relevan dengan pengalaman banyak orang.

Film garapan sutradara Cesa David Luckmansyah ini juga menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, Setelah lama dikenal sebagai editor berbagai film nasional, Cesa kini membuktikan kemampuannya meramu drama emosional yang menempatkan karakter sebagai pusat kekuatan cerita.
Ari Irham dipercaya menghidupkan karakter Hikmah dengan dukungan jajaran pemeran seperti Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Onadio Leonardo, Sita Nursanti, hingga Alfie Alfiandy,Kehadiran para aktor dari berbagai generasi tersebut memperkuat dinamika cerita yang menyentuh berbagai lapisan penonton.
Tidak hanya menghadirkan tontonan, produksi film ini juga membawa semangat literasi melalui kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Mizan Pustaka,Sinergi tersebut menjadi upaya untuk mempererat hubungan antara dunia literasi dan perfilman sekaligus mendorong lahirnya ruang diskusi tentang nilai-nilai kehidupan di kalangan masyarakat.
Melalui trailer resminya, “Seni Merayu Tuhan” memperlihatkan perpaduan visual yang hangat dengan konflik emosional yang kuat, Film ini menawarkan pesan bahwa kehilangan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan seseorang, tetapi dapat menjadi pintu untuk menemukan harapan, memaafkan diri sendiri, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026, “Seni Merayu Tuhan” diperkirakan menjadi salah satu film drama religi yang paling dinantikan tahun ini, Dengan mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini berpotensi menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan ruang refleksi bagi para penontonnya.
