Mahasiswa Aceh Timur Desak Penegak Hukum Tangkap Dun Belanda.
ACEH TIMUR -Mediaistana.com
Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Pemuda Mahasiswa Peduli Aceh Timur mengecam konten yang selama ini disebarkan oleh M. Yunus alias Dun Belanda.
Mereka menilai narasi yang mengaitkan konten tersebut dengan dukungan Wakil Bupati Aceh Timur telah memicu polemik dan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.
Koordinator aksi, Afriandi, mengatakan isu yang dibangun melalui konten-konten tersebut dinilai telah memecah belah masyarakat dan menciptakan kegaduhan di tengah kondisi Aceh Timur yang masih berupaya bangkit pascabanjir.
“Kami atas nama mahasiswa Aceh Timur di Banda Aceh mengecam keras tindakan Dun Belanda yang kami nilai telah menyebarkan narasi yang memecah belah persatuan di Kabupaten Aceh Timur,” Kata Afriandi. Senin, (27/07/26)
Menurutnya, perhatian pemerintah dan masyarakat seharusnya saat ini tertuju pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi, bukan disibukkan oleh polemik yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Afriandi juga mendesak Dun Belanda untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Wakil Bupati Aceh Timur agar polemik tersebut tidak semakin meluas.
Selain itu, gabungan mahasiswa tersebut meminta aparat penegak hukum menangkap Dun Belanda, jika tidak kegaduhan di Aceh Timur akan terus berlanjut.
“Kami berharap aparat penegak hukum bertindak cepat agar situasi di Aceh Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” Tambahnya.
Afriandi mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa di Banda Aceh untuk menyampaikan aspirasi kepada kepolisian terkait persoalan tersebut.
Dalam pernyataannya, ia juga mengapresiasi sikap Bang Yee Nawan yang disebut telah mengakui kesalahan dan berkomitmen tidak lagi menyebarkan narasi yang dinilai dapat memicu kegaduhan. (*)