KETAPANG_ Media Istana.Com_ Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) terletak di jalan Penembahan Air Mala (Sungai Cina) kelurahan Mulia Baru Ketapang distop sementara.
Penghentian ini akibat buntut dari kasus menyajikan menu sayur labu siam plus jagung pipil diduga basi.
Berdasarkan data penerima manfaat (PM) dapur ini mengayomi 2.104 orang penerima manfaat.
Dapur ini dinaungi yayasan Surya Gizi Letari bermitra dengan Hoki Rasa Cathering.
Menu basi tersebut dibagikan pada Rabu 29 Juli 2026 kepada murid di tiga sekolah yakni SMAN 1 , TK Al Ikhlas dan SMP Agustinus.
Kepala SPPG dapur MBG ini, Rahmnat Agung Perdana mengkonfirmasi pihaknya berhenti operasi sementara imbas dari penyajian menu tak layak konsumsi tersebut. Penghentian ini terhitung sejak Selasa, 4 Agustus 2026.
“Ya, dapur kami tidak beroperasi lagi, Terhitung hari ini SPPG tidak beroperasi lagi,” kata Rahmat, dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026).
Menurut Rahmat, dalam menjalankan operasional MBG, Ia telah berupaya meminta pihak penerima manfaat menyampaikan kritik ataupun saran jikalau menu yang mereka sajikan dinilai kurang.
“Selalu menyampaikan kepada pihak penerima manfaat, jika ada yang dirasa kurang atau tidak baik, sampaikan ke SPPG, maka tim SPPG akan mengganti dengan yang baru,” ungkap Rahmat.
Sebelumya, Rahmat Agung Perdana telah mengakui terjadi penurunan kualitas pada menu sayur yang didistribusikan pada 29 Juli 2026 serta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat.
Testimoni Rahmat Agung Perdana ini disampaikan kepada media dalam surat berkop SPPG tersebut pada 1 Agustus 2026.
Sementara itu, koordinator wilayah ( Korwil ) BGN Ketapang, Boby Nur Herliandi ditanya terkait kasus ini , tidak memberikan keterangan yang lugas , justru Boby melemparkan kasus ini kepada kepala SPPG.
“Kami kan ade hirarki, nanti setelah dapat jawaban dari SPPG, keterangan SPPG tersebut sesuai atau bukan, itu bang,” ujar Boby dalam rekaman suara yang diterima, Selasa siang,”
Imbas Disuspend, Relawan Dapur Serang Rumah Wartawan
Rumah Jurnalis yang menurunkan berita dapur ini pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB diduga diserang oleh relawan dapur MBG ini.
Kedatangan relawan ini diduga atas suruhan dari pemilik dapur yang mengira karena wartawan menurunkan fakta penyajian menu basi, dapur mereka berujung disuspend.
Imbas aksi bar bar ini, istri dan anak Jurnalis alami shock. Pada saat rumah diserang, mereka mengaku tertekan serta sangat takut karena massa yang datangi kediaman mereka berjumlah puluhan orang.
( PURBA )