SMPN 3 Rambipuji Gebrak Persoalan Sampah, Ahmad Fauzi Launching Gerakan “Gelar Bijaksampah”

JEMBER – Persoalan sampah di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian. Tak ingin hanya menjadi persoalan pemerintah, SMP Negeri 3 Rambipuji mengambil langkah nyata dengan mengajak siswa, mahasiswa, pemerintah desa dan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Gerakan tersebut dikemas melalui “Gelar Bijaksampah”, akronim dari Gerakan Olah dan Rekayasa Bijaksana Sampah. Program ini resmi digagas dan mulai dijalankan di lingkungan SMPN 3 Rambipuji di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ahmad Fauzi.

Ahmad Fauzi mengatakan, gerakan tersebut berawal dari amanah yang diberikan Bupati Jember kepada dirinya setelah dilantik sebagai kepala sekolah. Salah satu pesan yang diterimanya adalah bagaimana sekolah ikut mengambil peran dalam menangani persoalan sampah di Kabupaten Jember.

“Jember ini posisinya sudah overload sampah. Karena itu, saya mendapat amanah bagaimana sampah ini jangan sampai hanya menjadi masalah, tetapi bisa diolah dan berhasil guna,” ujar Ahmad Fauzi.

Menurutnya, momentum tersebut semakin kuat setelah pihak sekolah bertemu dengan sejumlah stakeholder, termasuk mahasiswa, yang ternyata memiliki kepedulian besar terhadap persoalan lingkungan.

Dari sinilah kemudian muncul komitmen bersama untuk membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis sekolah.

“Anak-anak mahasiswa bersama siswa SMPN 3 Rambipuji ternyata memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan sampah. Akhirnya kita mencoba meluncurkan Gerakan Olah dan Rekayasa Bijaksana Sampah atau Gelar Bijaksampah,” jelasnya.

Program tersebut diawali dengan sosialisasi kepada para siswa. Selanjutnya, siswa akan dibiasakan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sebelum akhirnya dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat.

Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos dan maggot, sementara sampah plastik akan dipilah untuk kemudian memiliki nilai ekonomi.

“Bagaimana sampah ini berhasil guna. Sesuatu yang sebenarnya tidak bagus, kita olah. Sampah organik bisa menjadi kompos untuk tanaman, kemudian bisa menjadi maggot yang juga bermanfaat. Sampah plastik kita pilah dan nantinya bisa dijual,” terang Ahmad Fauzi.

Ia menyadari bahwa mewujudkan sekolah yang bersih dan bebas sampah tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, perubahan perilaku membutuhkan proses panjang dan konsistensi seluruh warga sekolah.

“Tidak bisa sakdeg saknyet. Tidak mungkin langsung berubah. Ini pembiasaan. Menuju pembiasaan itu sebuah perjuangan, dan perjuangan itu tidak ada lain harus istiqomah,” tegasnya.

Selain persoalan sampah, Ahmad Fauzi juga membawa komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan maupun bullying.

Hal tersebut sejalan dengan pesan Bupati Jember yang meminta aparatur pendidikan ikut menghentikan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Saya akan berjuang sebisa mungkin sekolah ini tidak boleh ada kekerasan, bullying, perkelahian fisik dan sebagainya. Intinya adalah keteladanan. Kalau kita sebagai guru tidak keras, insyaallah anak-anak juga tidak akan keras,” katanya.

Mahasiswa Turut Bergerak

Launching Gelar Bijaksampah juga mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa. Mereka turut memberikan bantuan berupa tempat sampah yang akan digunakan sebagai sarana edukasi sekaligus pembiasaan bagi para siswa.

Ahmad Fauzi mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kolaborasi antara sekolah dengan mahasiswa dapat terus berlanjut.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Bantuan tempat sampah ini akan menjadi miniatur pembelajaran bagi anak-anak untuk membiasakan memilah dan mengelola sampah. Semoga menjadi amal jariyah,” ucapnya.

Ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan para siswa mulai terbiasa memilah sampah dan memahami bahwa sampah tidak selalu identik dengan sesuatu yang harus dibuang.

“Target saya tiga bulan ke depan anak-anak sudah terbiasa dengan sampah. Sampah kering, sampah basah dan sampah plastik sudah bisa dipilah sesuai pengolahannya,” katanya.

Menurut Ahmad Fauzi, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Karena itu, dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, mahasiswa, guru, siswa dan stakeholder lainnya menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.

Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Nogosari serta berbagai pihak yang ikut bergerak bersama sekolah.

“Pemerintah daerah dan Pemerintah Desa Nogosari sangat luar biasa. Saya senang sekali ada sinergi seperti ini. Yang kita butuhkan adalah stakeholder di sekolah bergerak, lintas sektoral bergerak, sehingga semuanya berjalan untuk menyukseskan sebuah program,” pungkasnya.

Melalui Gelar Bijaksampah, SMPN 3 Rambipuji ingin membuktikan bahwa persoalan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah, mengolah dan membiasakan.

Dari lingkungan sekolah, gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya peduli lingkungan yang dibawa para siswa hingga ke keluarga dan masyarakat.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!