KANTOR DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya di Jalan Manunggal V, Kedoya Selatan,

 

MEDIA ISTANA.COM

Jakarta Barat, mengalami kebakaran pada Senin dini hari, 31 Agustus 2026. Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan insiden itu diduga terjadi akibat korsleting pengisi daya telpon selular atau charger.“Mengenai kebakaran itu kan tadi saya sudah memberikan penjelasan itu korslet dari charger handphone dengan terminalnya,” kata dia, Senin.Wilson memastikan kondisi kantor GRIB Jaya pascakebakaran itu sudah terkendali. Peristiwa itu juga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. Dia menuturkan, percikan api akibat korsleting itu kemudian menyambar ke gorden dan merambat ke material lain yang mudah terbakar.“Tapi sudah ditangani oleh Damkar, mungkin pukul 03.00 WIB kali selesainya. Mulai kebakaran jam 02.00-an lah,” ujar Wilson.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Barat Komisaris Besar Nasriadi juga mengatakan penyebab kebakaran kantor organisasi masyarakat GRIB Jaya diduga akibat korsleting. “Sementara informasi dari itu korslet listrik. Karena tidak ada siapa-siapa yang masuk ke dalam,” katanya, seperti dikutip Awak media.Nasriadi membantah adanya aksi pelemparan bom molotov ke dalam posko atau aksi lain dengan sengaja untuk membakar bangunan tersebut. Hingga kini, tim dari laboratorium forensik Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki lokasi posko untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.

“Sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korslet listrik,” kata Nasriadi.DPP GRIB Jaya sedang mengumpulkan sejumlah bukti terkait informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan, mengenai kericuhan usai demontrasi 27 Agustus 2026 di Jakarta. GRIB Jaya menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah hukum apabila dari ditemukan unsur pelanggaran.

“Iya, kami dari mulai hari Sabtu udah mulai melakukan tracking segala macam. Mana yang kami harus lakukan upaya hukum, itu kami sekarang lagi mengumpulkan dokumen. Kalau memang unsurnya masuk, kami membuat laporan polisi,” kata Divisi hukum DPP Grib Jaya Wilson Colling saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).

Wilson menilai sejumlah pemberitaan, khusus di media sosial telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan. Hal tesebut menurutnya menimbulkan framing buruk terhadap kredibilitas organisasinya.

“Seperti itu, karena antara berita yang dinaikkan dengan faktanya tidak sesuai, ya kebanyakan mereka membuat framing dan menjatuhkan kredibilitas daripada GRIB,” kata dia.

Dia menegaskan, bahwa GRIB Jaya merupakan ormas yang lahir karena memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Maka dari itu, kehadiran Grib Jaya saat malam 27 Agustus 2026, bukan dengan niatan untuk memusuhi masyarakat ataupun ojek online (Ojol).”Kami hadir di situ bukan memusuhi masyarakat atau ada lagi bilang memusuhi ojol, itu sama sekali tidak,” tuturnya.

Adapun beredar di media sosial, GRIB Jaya diduga terlibat dalam kasus kematian dalam kematian Bambang Setiyawan (60), yang diduga menjadi korban penganiyaan hingga meninggal dunia setelah kericuhan di kawasan Pejompongan, pada Kamis (27/8). Wilson menegaskan anggota Grib Jaya yang turun pada malam 27 Agustus tidak sampai menjangkau wilayah Pejompongan.

“Bahwa antara kematian dengan lokasi yang Ketua Umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua Umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama,” kata Wilson.

“Mereka tidak bisa jebol sampai ke sana, oleh karenanya kematian itu dikait-kaitkan dengan GRIB itu sangat salah, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” sambungnya.

Dia juga merespon mengenai video viral ketika seseorang dianiaya oleh orang tidak dikenal. Dia menegaskan bahwa hal itu tidak dilakukan oleh anggota GRIB Jaya.Wilson meminta publik untuk mengamati video itu secara ulang, karena seluruh anggota Grib yang turun ke jalan menandai dirinya dengan ikat kepala putih.

“Lalu ada juga yang katanya dipukul dan lainnya, itu juga berbeda. Karena kalau kita lihat, orang-orang kita yang boleh bilang Grib itu kan sudah ada tanda. Semua orang tahu ada video, ada ikat kepala putih kan? Nah, kan itu pasti tandanya kepala putih,” tegasnya.Kebakaran melanda Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Jalan Manunggal V, RT 02/RW 03, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/8/2026) dini hari.Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik dari perangkat pengisi daya telepon seluler atau charger HP yang diletakkan di atas kulkas di salah satu ruangan kantor.

Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan dugaan tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan dan identifikasi di lokasi kejadian.“Yang berasal dari perangkat pengisi daya ponsel (charger HP) yang diletakkan di atas kulkas,” kata Wilson.Menurut Wilson, percikan api akibat korsleting kemudian menyambar sejumlah material yang mudah terbakar di dalam ruangan. Api membakar tirai atau gorden di sekitar lokasi awal kebakaran.

Kobaran api selanjutnya merambat ke wallpaper yang menempel pada dinding, kemudian menjalar ke area sofa hingga mencapai plafon ruangan.

“Percikan api akibat korsleting tersebut menyambar tirai (gorden) serta wallpaper dinding, kemudian merembet ke area sofa hingga menjalar ke bagian plafon ruangan,” ujarnya.

Meski membakar sejumlah bagian ruangan, api tidak sampai merambat ke ruangan lain maupun bangunan di sekitar Kantor DPP GRIB Jaya.Wilson mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari respons cepat petugas di lokasi serta tim pemadam kebakaran yang segera melakukan penanganan setelah menerima laporan.

Wilson memastikan kebakaran Kantor DPP GRIB Jaya tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Menurut dia, proses penanganan kebakaran telah selesai pada pukul 03.28 WIB. Setelah itu, kondisi di sekitar lokasi dinyatakan kondusif.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden di posko/kantor ini. Penanganan telah tuntas pada pukul 03.28 WIB dan situasi saat ini sudah sepenuhnya kondusif,” tuturnya.

Kantor yang terbakar merupakan Kantor Pusat DPP GRIB Jaya yang digunakan untuk menunjang aktivitas organisasi, termasuk kegiatan administrasi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi juga menyampaikan dugaan awal bahwa kebakaran Kantor DPP GRIB Jaya dipicu korsleting listrik.“Iya korsleting (listrik),” kata Nasriadi.

Nasriadi menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan dugaan korsleting listrik di salah satu ruangan kantor. Dugaan tersebut juga diperkuat oleh kondisi saat kejadian karena tidak terdapat orang yang masuk ke ruangan tersebut ketika kebakaran berlangsung.

Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab kebakaran secara final. Dugaan korsleting listrik masih menjadi hasil pemeriksaan awal dan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran.

“Tim Labfor tetap periksa untuk memastikan lebih jelas. Artinya, sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korsleting listrik,” tegas Nasriadi.

Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menerima laporan kebakaran Kantor DPP GRIB Jaya sekitar pukul 02.49 WIB.

Kasie Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan informasi awal diterima petugas melalui sambungan telepon.

“Objek (yang terbakar) Posko GRIB,” kata Kahfi berdasarkan laporan yang diterima petugas.

“Laporannya (informasi awal kebakaran) dari telepon,” ujarnya.

Petugas kemudian mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 40 personel ke lokasi.

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 02.57 WIB. Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan seluruhnya pada pukul 03.28 WIB.

Dengan selesainya proses pemadaman, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.

Sementara itu, dugaan korsleting listrik dari charger HP masih menjadi dugaan awal penyebab kebakaran Kantor DPP GRIB Jaya. Kepolisian masih menunggu hasil

Aristono

 

pemeriksaan Labfor untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran secara definitif.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!