Aspers Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Tahap I Calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026

Aspers Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Tahap I Calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026

Jakarta MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B. memimpin Sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Tahap I Calon Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI TA 2026 yang diikuti 21 calon. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Sidang Pantukhir tersebut merupakan bagian penting dalam proses seleksi untuk mendapatkan calon perwira penerbang TNI yang memenuhi standar dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Proses ini sekaligus menjadi upaya TNI menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, berkarakter, serta memiliki kompetensi penerbangan militer sesuai kebutuhan organisasi ke depan.

Dalam arahannya, Aspers Panglima TNI menekankan bahwa proses seleksi harus dilaksanakan secara menyeluruh, objektif, transparan, akuntabel, dan profesional. Tidak boleh ada pertimbangan lain di luar kepentingan organisasi dan kebutuhan TNI.

“Setiap calon harus dinilai secara menyeluruh berdasarkan hasil seleksi yang meliputi aspek administrasi, siber, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, kemampuan akademik, kompetensi penerbangan, serta aspek lain yang dipersyaratkan,” tegas Aspers Panglima TNI.

Melalui proses seleksi yang ketat dan objektif tersebut, para calon yang terpilih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penerbang TNI serta siap menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam mendukung Tugas Pokok TNI.

HAMDAN ❤️

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!