*JAKARTA – Pengurus Pemuda Bulan Bintang 2025-2030 Dikukuhkan, Yusril Dorong Kader Jadi Pemikir*

 

JAKARTA – Kepengurusan Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 resmi dikukuhkan. Pelantikan berlangsung di Rumah Sarwono, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Prosesi dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., http://M.Sos.Sc., Ph.D.

Turut hadir Penjabat Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang, Yuzri Kamal Fadlullah, S.G., M.H. Ia berharap pengurus baru bisa menjadi penggerak regenerasi di tubuh PBB.

Menurut Yuzri, pemuda memegang peran kunci dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu Pemuda Bulan Bintang diminta tidak hanya sibuk di kegiatan internal, tapi juga turun memberi kontribusi nyata di masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pelantikan.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi, kekompakan organisasi, dan peningkatan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan kebangsaan. Pemuda Bulan Bintang, kata Yuzri, harus jadi tempat belajar kepemimpinan, politik, wawasan kebangsaan, sekaligus kepedulian sosial.

Acara tersebut dihadiri jajaran DPP PBB, Dewan Pembina Pemuda Bulan Bintang, tokoh nasional, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan undangan lain. Ucapan selamat juga disampaikan Habibie Mahabbah, S.I.P., M.M. Ketum DPP Pemuda LIRA, PT Aji Bakuh Anugrah, Fahira Idris, S.E., M.H. Anggota DPD RI, Muhammad Hafidz, http://S.I.Kom., S.H., M.M., M.H. dari MufidZ Law Firm, hingga Bupati Mimika Yohanes Rettob.

Pelantikan ini diharapkan jadi momentum konsolidasi dan langkah awal memperkuat peran pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan kepengurusan baru, Pemuda Bulan Bintang ditargetkan konsisten menjalankan amanah, menjaga persatuan, memperkuat kaderisasi, dan melahirkan kader berintegritas.

*Yusril: Pemimpin Harus Bisa Berpikir dan Beri Solusi*

Pada pelantikan Pengurus IPP Pemuda Pelajar 2025–2030, Yusril mendorong generasi muda PBB agar tidak hanya piawai menggerakkan massa. Pemuda juga harus mampu berpikir, menganalisis persoalan, dan menawarkan solusi.

Ia menilai keterlibatan pemuda di organisasi adalah bagian penting dari kaderisasi calon pemimpin masa depan. Yusril mencontohkan Jong Islamieten Bond 1924 yang melahirkan banyak tokoh bangsa.

“Pemimpin bukan hanya menggerakkan massa, tapi kemampuan memahami masalah-masalah yang dihadapi dan kemudian menunjukkan jalan keluar. Itulah pemimpin,” ujarnya.

*Pemimpin Lahir dari Proses dan Pengalaman*
Yusril menyebut kepemimpinan tidak bisa dipaksakan lewat jabatan. Seorang pemimpin terbentuk dari proses, pengalaman, dan cara berpikir.

Pemimpin, kata dia, biasanya punya kelebihan dan bisa melihat persoalan lebih jauh.
“Pemimpin itu sering kali lahir mendahului zamannya. Dia sudah berpikir jauh ke depan ketika pada saat itu orang belum memikirkannya,” kata Yusril.

Ia juga mengingatkan pendidikan formal bukan satu-satunya tolok ukur. Yusril bercerita pengalamannya mendampingi Presiden Soeharto. Menurutnya, Soeharto belajar otodidak dan menyerap ilmu dari pengalaman. Yusril mengaku pernah membantu menulis pidato Soeharto bertahun-tahun, termasuk pidato terakhir saat mundur sebagai Presiden RI.

Dari situ ia menekankan pentingnya belajar dari pengalaman dan membaca perubahan zaman.

*Generasi Muda Harus Menjawab Tantangan Zamannya*
Yusril menegaskan tiap generasi punya tantangan berbeda. Karena itu pola pendidikan untuk pemuda sekarang tidak bisa sama dengan dulu.

“Generasi muda ini diciptakan Allah untuk zamannya, bukan untuk zaman kita,” ujarnya.

Ia mengajak pemuda belajar dari sejarah dan Al-Qur’an. Sejarah memberi pelajaran tentang naik-turunnya sebuah bangsa. Yusril juga menyorot pesatnya perubahan teknologi. Dulu belum ada medsos, media daring, bahkan ponsel. Kini arus informasi sangat cepat. Ini jadi tantangan sekaligus peluang bagi partai dan organisasi kepemudaan.

*PBB Diminta Aktif di Media Sosial*
Yusril menilai partai politik tak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Medsos, media daring, dan video harus dimanfaatkan serius.

“Tidak mungkin partai politik atau pemuda tanpa memainkan peranan dalam dunia media sosial. Tidak mungkin tanpa media daring,” tegasnya.

Ia tahu pernyataan bisa cepat viral, tapi juga bisa dipotong dan dipelintir. Karena itu kader harus cepat melakukan klarifikasi dan membangun kontra-narasi.

Menurutnya aktivitas di medsos memang melelahkan, tapi itu konsekuensi perubahan komunikasi publik. Medsos juga efektif memperluas jangkauan partai ke daerah.

*Dorong Regenerasi dan Persiapan Pemilu 2029*
Yusril mendorong regenerasi kepemimpinan di PBB dan Pemuda Bulan Bintang. Ia berharap pengurus muda membenahi struktur sampai daerah, membangun jaringan, dan membuat kampanye kreatif untuk Gen Z.

“Di bawah kepemimpinan yang muda-muda, Partai Bulan Bintang ini akan berkiprah lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu,” katanya.

Ia mengingatkan Pemilu 2029 harus dipersiapkan dari sekarang. Kaderisasi dan penyiapan caleg dari perempuan dan anak muda jadi pekerjaan penting.

“Pemilu 2029 tidak terlalu lama lagi dari sekarang,” ujarnya.

*PBB Disebut Partai Islam Moderat dan Terbuka*
Yusril menegaskan PBB adalah partai Islam moderat dan terbuka.
“Ini partai orang-orang rasional, orang-orang yang punya komitmen pada nilai-nilai Islam, tapi berpikir secara rasional, terbuka kepada semua pihak, toleran kepada perbedaan,” ujarnya.

Ia menutup dengan harapan besar agar Pemuda Bulan Bintang melahirkan kader yang aktif, punya kapasitas intelektual, paham zaman, kuasai teknologi komunikasi, dan siap jadi pemimpin bangsa.

*Yuri: Beri Ruang Pemuda Belajar dan Berinisiatif*

Penjabat Ketum PBB, Yuri Kemal Fadlullah, S.H., M.H., mendorong Pemuda Bulan Bintang jadi wadah kaderisasi dan motor regenerasi partai.

“Bagaimana kita sebagai partai politik menarik pemuda dan kalangan muda kepada partai kita? Kita harus menjadi pribadi yang demokratis dan memberikan ruang kepada mereka untuk menjadi bagian dari kita,” ujarnya.

Yuri menyebut keberanian dan inisiatif adalah modal anak muda. Tapi tetap harus ada koordinasi.
“Anak muda kadang-kadang lebih suka minta maaf daripada minta izin. Inisiatifnya saya hargai, tetapi tetap harus ada koordinasi,” katanya.

Ia meminta perbedaan di organisasi diselesaikan dengan komunikasi. Pemuda Bulan Bintang harus jadi ruang membentuk karakter dan kapasitas.

“Mulailah membangun diri sendiri. Karena untuk menjadi pemimpin, kita harus terlebih dahulu mampu membangun kapasitas dan memahami tanggung jawab kita,” pesan Yuri.

*Ahmad Bintang: Anak Muda Jangan Hanya Jadi Pengikut*

Ketum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang, S.H., mengajak kader berani ambil peran sebagai pemimpin masa depan.

“Anak muda lebih baik minta maaf daripada izin,” demikian pesan yang disampaikan Ahmad dalam sambutannya.

Ia menegaskan pesan itu untuk membangun keberanian mencoba hal baru, bukan melanggar aturan. Kader muda perlu dibekali keberanian, kemampuan akademik, wawasan kebangsaan, dan tanggung jawab.

“Anak muda jangan hanya menjadi pengikut. Kita harus berani masuk ke ruang kepemimpinan dan memberikan dampak yang lebih efektif bagi Indonesia,” tegasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!