Warga Resah, Polsek Widasari Diminta Dalami Kasus Pencurian Water Meter PDAM

Warga Resah, Polsek Widasari Diminta Dalami Kasus Pencurian Water Meter PDAM

INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Kasus pencurian sebuah alat water meter PDAM yang terpasang dirumah warga, kini menarik perhatian publik.

Korbannya bernama Dede warga Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Dede merupakan Pelanggan aktif PDAM, namun Water Meter yang terpasang dihalaman depan rumahnya, kandas dicuri maling, Kamis (20/08/2026).

Tak tinggal diam, ia Lapor Ke pihak Kepolisian atas arahan PDAM Cabang Lohbener, demi harapan ada nya biaya keringanan.

Namun harapan itu sirna, usai laporan kehilangan di Kepolisian, justru dirinya masih tetap dimintai biaya untuk pergantian Water meter oleh PERUMDAM Tirta Darma Ayu Cabang Lohbener. Sehingga terkesan pelanggan PDAM dibuat kerugian.

“Sudah laporan Kehilangan di Polsek Widasari, eh…PDAM Cabang Lohbener masih saja dimintai biaya 850.000 untuk pergantian seperangkat alat water meter, ini kan beban buat saya.” Ungkapnya.

Sehingga kasus pencurian alat water meter tersebut menjadi atensi perhatian publik.

Bahkan publik pun beharap, Kepolisian diminta untuk mendalami kasus itu.

Sementara itu,sudah sepekan laporan kasus pencurian, kini masih dalam penyelidikan Polsek Widasari melalui unit Reskrim.

“Masih penyelidikan, baru sebatas pemeriksaan saksi korban.” Ujar Penyidik dari unit Reskrim Widasari.

Anehnya, usai viral nya kasus pencurian water meter tersebut, pihak PDAM Cabang Lohbener mendatangi pelanggan untuk meminta maaf atas kesalahannya. Dan disebut adanya salah satu alat tidak dibelikan sehingga berinisiatif ngembalikan uang 265.000 ke pelanggan dari total 850.000. (YN74)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!