mediaistana.com
Tangsel, 11 September 2026 – Komitmen dalam mendorong inovasi dan transformasi digital pelayanan publik terus dilakukan Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sharing Session Integrasi Data NIB (Nomor Identifikasi Bidang) dan NOP (Nomor Objek Pajak) bersama jajaran Kantor Pertanahan Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang, Jumat (11/9).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan tersebut, jajaran Kantah Tangsel memaparkan pengalaman dan success story penerapan integrasi data NIB dan NOP yang telah dikembangkan di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Integrasi tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam meningkatkan kualitas dan akurasi data pertanahan sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui keterhubungan data pertanahan dengan data objek pajak, pemerintah daerah dapat memperoleh informasi yang lebih terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah inovasi pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh kemauan untuk berbagi pengetahuan dan berkolaborasi.
“Inovasi pelayanan publik akan semakin memberikan manfaat apabila tidak berhenti di satu wilayah saja. Melalui kegiatan sharing session ini, kami ingin berbagi pengalaman mengenai proses integrasi NIB dan NOP, termasuk berbagai tantangan yang kami hadapi serta solusi yang telah kami lakukan. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dan dikembangkan sesuai kebutuhan di wilayah lain,” ujar Seto Apriyadi.
Menurut Seto, kolaborasi antarlembaga dan antarwilayah menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital di bidang pertanahan. Pertukaran pengalaman juga diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang semakin efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana teknologi dan integrasi data ini pada akhirnya memberikan kemudahan bagi masyarakat serta mendukung pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi,” tambahnya.
Kegiatan sharing session juga menjadi ruang diskusi terbuka dan konstruktif. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek teknis, mulai dari proses pengembangan sistem, mekanisme integrasi data, hingga tantangan yang ditemui dalam implementasinya.
Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan menyambut positif kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi antarwilayah yang memiliki karakteristik dan kebutuhan pelayanan yang saling berkaitan.
Melalui kolaborasi antara Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Kantor Pertanahan Kota Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang, diharapkan pengembangan inovasi digital pertanahan dapat semakin masif dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun tata kelola data pertanahan dan perpajakan yang semakin akurat, transparan, serta terintegrasi, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
(Rafiqi)