Bupati Buru Ikram Umasugi meresmikan penggunaan alat C-Scan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan memperkuat layanan diagnostik sekaligus mengurangi kebutuhan pasien Kabupaten Buru untuk dirujuk ke Ambon.
Peresmian berlangsung di RSUD Namlea, 17 September 2026, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Azis Tomia, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepala BPJS Kesehatan, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru.
Dalam sambutannya, Ikram mengungkapkan bahwa fasilitas C-Scan sebenarnya pernah tersedia di RSUD Namlea pada masa kepemimpinan sebelumnya. Namun, menurut dia, alat tersebut tidak lagi difungsikan hingga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pengganti melalui pemerintah pusat.
“Alat C-Scan ini sebelumnya sudah ada pada zaman pimpinan lama, tetapi tidak difungsikan sehingga akhirnya rusak. Pemerintah daerah kemudian berjuang ke kementerian dan alhamdulillah pemerintah pusat memberikan alat C-Scan yang baru,” ujar Ikram.
Menurut Ikram, kehadiran C-Scan baru bukan sekadar penambahan fasilitas rumah sakit, tetapi harus memberikan dampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia berharap alat tersebut dapat membantu dokter spesialis dalam menegakkan diagnosis penyakit secara lebih cepat dan tepat, sehingga penanganan medis lanjutan dapat dilakukan di RSUD Namlea tanpa pasien harus selalu dirujuk ke Ambon.
“Saya berharap dengan adanya alat ini, masyarakat Kabupaten Buru tidak lagi harus banyak dirujuk ke Ambon. C-Scan ini harus membantu dokter-dokter spesialis kita dalam menegakkan diagnosis, sehingga pengobatan selanjutnya bisa dilakukan di sini,” katanya.
Apresiasi kepada Presiden dan Kementerian Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Ikram juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Buru.
Menurut Ikram, perhatian pemerintah pusat tidak hanya diwujudkan melalui pengadaan C-Scan, tetapi juga melalui pembangunan rumah sakit PHTC di Kabupaten Buru yang dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan modern.
Ikram menyebut dukungan pemerintah pusat tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat infrastruktur dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Buru.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Kementerian Kesehatan yang sudah memberikan perhatian kepada Kabupaten Buru, khususnya di sektor kesehatan. Kita diberikan pembangunan rumah sakit PHTC beserta berbagai peralatan canggih,” ujar Ikram.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga fasilitas kesehatan di Kabupaten Buru semakin lengkap dan mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Bagi Ikram, pembangunan fasilitas kesehatan harus memiliki tujuan utama, yakni mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi beban pasien yang selama ini harus menempuh perjalanan ke Ambon untuk mendapatkan pelayanan medis tertentu.
Sapa Dokter Spesialis
Dalam sambutannya,
Ikram juga secara khusus menyapa para dokter spesialis yang bertugas di RSUD Namlea.
Ia meminta para tenaga medis memanfaatkan fasilitas dan peralatan yang tersedia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Buru.
Ikram menekankan bahwa peningkatan fasilitas medis harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme tenaga kesehatan.
“Saya sampaikan kepada dokter-dokter spesialis, layani masyarakat Buru dengan sebaik-baiknya. Ini masyarakat saya. Mereka harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujarnya.
Pernah Fasilitasi Pasien dengan Ambulans Pribadi
Ikram juga menceritakan kondisi sebelumnya ketika banyak masyarakat Buru yang harus menjalani pengobatan lanjutan di Ambon karena keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah.
Ia mengatakan, dalam sejumlah kasus, dirinya bahkan turun langsung membantu memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pengobatan di Ambon.
Menurut Ikram, bantuan tersebut antara lain dilakukan dengan menggunakan mobil ambulans pribadi serta dukungan biaya bagi masyarakat yang harus menjalani pengobatan di Ambon.
“Dulu banyak masyarakat kita yang sakit harus dirujuk ke Ambon. Saya sampai menggunakan mobil ambulans pribadi saya untuk membantu mereka ke Ambon. Saya juga mengeluarkan uang pribadi untuk membantu masyarakat yang harus berobat ke Ambon,” ungkapnya.
Namun, Ikram menyebut jumlah rujukan pasien ke Ambon belakangan ini mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu terus didorong melalui peningkatan fasilitas dan kemampuan pelayanan kesehatan di RSUD Namlea.
Jangan Berhenti pada Pengadaan Alat
Ikram berharap pengadaan C-Scan baru menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk melengkapi fasilitas kesehatan di Kabupaten Buru.
Menurutnya, keberadaan peralatan medis modern harus dibarengi dengan kesiapan dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta sistem pelayanan yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut.
Ia berharap RSUD Namlea terus berkembang sehingga masyarakat Kabupaten Buru dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap tanpa harus keluar daerah.
“Belakangan ini rujukan ke Ambon sudah mulai berkurang. Saya berharap dengan penambahan alat-alat yang lebih lengkap, masyarakat Buru yang sakit jangan lagi dirujuk ke Ambon,” kata Ikram.
Dengan hadirnya C-Scan baru, pemerintah daerah berharap kemampuan diagnostik RSUD Namlea semakin meningkat. Dokter spesialis dapat memperoleh dukungan pemeriksaan penunjang yang memadai untuk menentukan diagnosis dan pengobatan lanjutan.
Bagi pemerintah daerah, tujuan akhirnya bukan semata-mata menghadirkan peralatan medis baru, melainkan memastikan masyarakat Kabupaten Buru dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, cepat dan berkualitas di daerah sendiri.