Jembatan Penghubung Rusak Pascabanjir, Anak-anak di Aceh Timur Terpaksa Menyeberang Sungai dengan Rakit
ACEH TIMUR —Mediaistana.com
Kondisi jembatan penghubung antara Desa Bantayan Timur, Kecamatan Idi Rayeuk, dan Desa Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, sangat memprihatinkan.
Jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada 2025. Hingga kini, akses penghubung kedua desa itu belum diperbaiki maupun dibangun kembali, sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Kondisi paling memprihatinkan dirasakan oleh anak-anak sekolah yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan rakit untuk dapat berangkat ke sekolah.
Situasi tersebut dinilai cukup berisiko, terlebih ketika arus sungai deras atau kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Meski demikian, keterbatasan akses membuat anak-anak tetap harus menggunakan jalur tersebut demi mendapatkan pendidikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak Kecamatan Idi Rayeuk telah beberapa kali meninjau langsung kondisi jembatan tersebut setelah banjir bandang 2025.
Upaya untuk membahas persoalan tersebut juga pernah difasilitasi bersama pihak Kecamatan Darul Ihsan. Bahkan, sempat direncanakan pertemuan dengan melibatkan unsur Muspika dari kedua kecamatan. Namun, pertemuan tersebut akhirnya dibatalkan dan hingga kini belum diketahui secara pasti alasan pembatalannya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk menangani kerusakan jembatan tersebut. Selain menjadi akses penting bagi masyarakat kedua desa, keberadaan jembatan yang layak sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan anak-anak saat pergi dan pulang sekolah.
“Kami berharap instansi terkait segera memperbaiki atau membangun kembali jembatan ini. Anak-anak sangat membutuhkan akses yang aman untuk pergi ke sekolah. Jangan sampai mereka harus terus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai,” harap salah seorang warga.
Warga juga berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan jalur aman menuju sekolah.