Oleh: A. Andar Karepesina, S.E.
Direktur Eksekutif Politik Anak Muda Indonesia (POLAM-Indonesia)
Rohalim Boy Sangadji, atau yang akrab disapa Bung RBS/Bung Boy, merupakan salah satu figur muda Maluku yang memiliki ruang tersendiri dalam dinamika generasi muda, baik di Maluku maupun di Jakarta.
Sebagai Ketua Depidar SOKSI Provinsi Maluku dan Korbid Kebijakan Publik I (Hukum & HAM) DPD Partai Golkar Maluku, RBS menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam ruang publik, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, serta membaca perubahan zaman dengan pikiran yang terbuka.
_Energi Baru Generasi Muda Maluku_
Maluku membutuhkan generasi muda yang tidak hanya hadir dalam ruang publik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, membangun dialog, dan menerjemahkan berbagai perubahan menjadi peluang bagi kemajuan daerah.
Dalam semangat tersebut, RBS dapat dipandang sebagai salah satu figur muda yang membawa energi baru: progresif dalam gagasan, terbuka dalam komunikasi, dan berorientasi pada kerja nyata.
Kehadiran figur muda seperti RBS bukan semata-mata tentang siapa yang paling menonjol. Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana energi, pengalaman, jejaring, dan gagasan generasi muda dapat menjadi bagian dari proses membangun Maluku.
_Merawat Perbedaan, Memperkuat Persaudaraan_
Maluku adalah daerah yang memiliki keberagaman sekaligus kekayaan sejarah, adat, budaya, dan karakter masyarakat yang kuat.
Perbedaan merupakan kenyataan, tetapi sekaligus dapat menjadi kekuatan. Karena itu, setiap gagasan tentang masa depan Maluku harus mampu merangkul berbagai elemen masyarakat: anak muda, tokoh masyarakat, komunitas, akademisi, pelaku usaha, tokoh agama, serta seluruh komponen masyarakat.
Ruang publik harus diisi dengan dialog yang sehat, saling menghargai, dan konstruktif. Politik dan kehidupan sosial harus mampu menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, bukan memperlebar perbedaan atau memecah persaudaraan.
Dalam konteks inilah, generasi muda seperti RBS memiliki peluang untuk mengambil peran dengan menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif.
_Dari Gagasan Menuju Kerja Nyata_
Ada banyak agenda yang dapat menjadi ruang kontribusi generasi muda Maluku.
Mulai dari memperkuat kualitas sumber daya manusia, membuka ruang kreativitas dan kewirausahaan anak muda, mendorong pemanfaatan teknologi dan ekonomi digital, memperluas jejaring serta kolaborasi, hingga menjaga nilai adat dan budaya Maluku sebagai bagian penting dari identitas bersama.
Generasi muda juga perlu didorong untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan daerah.
Sebab, perubahan tidak cukup hanya dibicarakan. Perubahan membutuhkan keberanian untuk memulai, kemampuan untuk berkolaborasi, dan konsistensi untuk bekerja.
_Relevan Bukan Sekadar Karena Usia_
Menjadi figur muda yang relevan bukan sekadar persoalan usia.
Relevansi lahir dari kemampuan memahami persoalan, mendengarkan aspirasi masyarakat, menawarkan gagasan, membangun komunikasi, dan bekerja bersama masyarakat.
Karena itu, ukuran keberadaan seorang figur muda tidak semata-mata dapat dilihat dari seberapa sering namanya disebut di ruang publik, tetapi juga dari sejauh mana gagasan dan kehadirannya mampu memberikan inspirasi serta membuka ruang partisipasi bagi generasi berikutnya.
RBS dan generasi muda Maluku memiliki kesempatan untuk terus membangun ruang tersebut.
Pada akhirnya, Maluku tidak hanya membutuhkan figur yang berbicara tentang masa depan, tetapi juga generasi yang bersedia ikut bekerja membangun masa depan itu bersama-sama.
RBS — Energi Muda, Gagasan Baru, Maluku yang Lebih Terhubung dan Bersama.