HRD Ajak Kader PKB se-Aceh Kuasai Media Digital, Kerja Nyata Harus Dibarengi Publikasi
Aceh –Mediaistana.com
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengajak seluruh kader dan pengurus PKB se-Aceh untuk menjadikan media digital sebagai kekuatan strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, memperluas jangkauan informasi, serta menyebarluaskan kerja nyata partai hingga ke pelosok desa.
HRD menegaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, pengurus partai tidak cukup hanya aktif menjalankan kegiatan organisasi. Mereka juga harus mampu menyampaikan hasil kerja, program kemasyarakatan, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai platform digital.
Pesan tersebut disampaikan HRD saat membuka Rapat Konsolidasi DPC PKB Bireuen yang membahas penguatan struktur organisasi hingga tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pengurus Ranting (DPRt), sekaligus mendorong peningkatan kapasitas kader dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan politik dan komunikasi publik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Meuligoe Residen Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Minggu (18/10/2026) malam.
Menurut HRD, kekuatan partai politik pada era digital tidak hanya ditentukan oleh soliditas organisasi dan besarnya struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan kader membangun komunikasi publik yang efektif, kreatif, dan berkelanjutan.
“Dunia digital saat ini menjadi ujung tombak penyebaran informasi secara cepat kepada masyarakat. Karena itu, seluruh kader dan pengurus PKB, mulai dari DPC, DPAC hingga DPRt, wajib aktif di media digital,” tegas HRD.
Ia menekankan, setiap kegiatan organisasi, program kemasyarakatan, dan bentuk pengabdian kader perlu didokumentasikan serta dipublikasikan secara luas. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kegiatan yang dilakukan PKB, manfaat yang dihasilkan, serta kontribusi partai dalam menjawab berbagai persoalan rakyat.
Bagi HRD, kerja politik tidak cukup hanya dilakukan, tetapi juga perlu dikomunikasikan agar manfaatnya diketahui masyarakat. Media digital harus menjadi jembatan yang menghubungkan kerja nyata kader dengan kebutuhan dan harapan rakyat.
Karena itu, pengurus PKB di setiap tingkatan dituntut tidak pasif menghadapi perubahan zaman. Kader harus berani tampil, kreatif menyampaikan informasi, serta mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang komunikasi, edukasi politik, dan penyebaran informasi mengenai kegiatan positif partai.
Meski demikian, HRD mengingatkan bahwa aktivitas digital harus tetap berpijak pada kerja nyata. Publikasi bukan sekadar mengejar popularitas atau memperbanyak unggahan, melainkan menjadi sarana untuk menunjukkan hasil kerja, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mempertanggungjawabkan pengabdian politik.
Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi dari tingkat DPC, DPAC hingga DPRt harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas kader dalam memanfaatkan teknologi. Struktur organisasi yang kuat perlu ditopang komunikasi yang aktif, sedangkan kerja nyata harus disertai penyampaian informasi yang terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Anggota Komisi V DPR RI dua periode itu juga menegaskan bahwa penguasaan media digital merupakan kebutuhan penting bagi kader PKB dalam menghadapi tantangan politik masa kini. Kader tidak hanya dituntut hadir secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan menyerap aspirasi melalui ruang digital.
HRD menyebutkan, semangat tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja nyata dan publikasi.
“Seperti pesan Gus Ketum, kerjakan apa yang diberitakan dan beritakan apa yang kita kerjakan,” pungkas HRD.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun komunikasi politik yang bertanggung jawab, dengan menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai dasar utama setiap aktivitas organisasi. Kader tidak cukup hanya dikenal melalui atribut dan identitas partai, tetapi juga perlu menunjukkan kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Melalui penguatan struktur organisasi dan pemanfaatan media digital, PKB diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka, memperluas penyebaran informasi, serta mendekatkan kerja-kerja kader dengan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa.