JAKARTA, Mediaistana.com – Di tengah gemerlap transformasi Jakarta menuju kota global, Ancol Taman Impian menghadirkan pesan kuat bahwa kemajuan sebuah ibu kota tidak hanya diukur dari gedung pencakar langit dan pesatnya pembangunan, tetapi juga dari kekuatan iman, akhlak, dan kebersamaan masyarakatnya.
Melalui kegiatan Ancol Berdzikir dan Bershalawat Menuju 5 Abad Jakarta, Sabtu (31/10/2026), kawasan pesisir Jakarta Utara berubah menjadi ruang munajat dan refleksi spiritual, Ribuan jamaah berkumpul di Plaza Masjid Apung An-Nur, menyatukan lantunan zikir, selawat, serta doa untuk masa depan Jakarta yang lebih damai, maju, dan penuh keberkahan.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah kunjungan ke kawasan Ancol telah menembus lebih dari 26.000 orang, Tingginya kunjungan tersebut turut mencerminkan besarnya daya tarik kegiatan keagamaan yang berpadu dengan wisata keluarga.
Corporate Communication Pantai Ancol, Daniel Windriatmoko, menyampaikan bahwa berbagai agenda yang diselenggarakan pada akhir pekan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Pembangunan Jakarta Harus Berakar pada Nilai Spiritual,Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setdaprov DKI Jakarta, Muhammad Matsani, menegaskan bahwa perjalanan Jakarta menuju kota global membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kokoh,Menurutnya modernisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri, kepedulian sosial, maupun nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan bangsa,“ Kemajuan kota harus tercermin dari kematangan moral, spiritual, toleransi, dan kepedulian sosial. Mari jadikan zikir dan selawat sebagai energi penyejuk untuk menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menyongsong 500 tahun Jakarta bukan sekadar momentum pembangunan infrastruktur, melainkan juga kesempatan memperkuat karakter masyarakat dan menjaga harmoni kehidupan perkotaan.
Ancol Tegaskan Komitmen Wisata Religi
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan sosial,Menurutnya Ancol ingin menjadi kawasan yang mampu menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, sekaligus pengalaman wisata religi yang bermakna bagi masyarakat.
Syahmudrian juga mengungkapkan bahwa Ancol tengah menjalankan transformasi dalam dua hingga empat tahun mendatang untuk memperkuat relevansi kawasan sebagai destinasi rekreasi yang inklusif, modern, dan membanggakan Indonesia.
Salah satu perhatian utama adalah menjaga serta memakmurkan Masjid Apung An-Nur agar semakin berperan sebagai pusat ibadah, kajian, dan syiar Islam di kawasan pesisir Jakarta.
Ulama, Pemerintah, dan BUMD Bersatu dalam Doa,Ketua Umum DPP Forum Ulama Habaib (FUHAB), KH. M. Luthfi Zawawi, menyambut positif sinergi antara ulama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta BUMD, termasuk PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai historis karena menghadirkan zikir dan selawat dalam skala besar di kawasan pesisir Ancol,Masjid Apung An-Nur yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kini semakin dihidupkan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pelaksanaan salat Jumat perdana.
Bagi masyarakat yang hadir, lantunan asma Allah dan selawat di tepi laut bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi Ibu Kota.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Jakarta menuju lima abad harus tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai kemanusiaan, berbudaya, religius, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.
Dari pesisir Ancol, doa-doa dipanjatkan untuk satu harapan besar: Jakarta menjadi kota global yang modern tanpa kehilangan jati diri, maju tanpa meninggalkan nilai spiritual, serta sejahtera dalam balutan persatuan dan keberkahan.