Aksi demonstrasi menolak penertiban kawasan Gunung Botak berakhir ricuh di halaman Kantor Bupati Buru, Senin (1/12). Kericuhan pecah ketika massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Bupolo dan KNPI Kabupaten Buru terlibat saling lempar dengan petugas Satpol PP yang berjaga di gerbang utama.
Ketegangan memuncak saat ratusan massa berupaya merobohkan pagar besi kantor bupati. Pagar tersebut akhirnya tumbang, namun massa tetap tidak berhasil masuk ke area kantor karena dihalau oleh petugas Satpol PP yang diperkuat aparat kepolisian.
Sekitar tujuh ratus lima puluh peserta aksi kemudian membubarkan diri setelah berorasi dan menyampaikan tuntutan mereka di depan kantor bupati.
Ketua KNPI Kabupaten Buru, Taher Fua, dalam orasinya meminta pemerintah menunda pelaksanaan penertiban aktivitas di Gunung Botak. Ia menilai langkah tersebut perlu ditinjau ulang sambil menunggu kelengkapan administrasi koperasi yang akan menaungi penambang rakyat.
“Kami meminta pemerintah menunda dulu penertiban sampai proses administrasi koperasi selesai. Selain itu, Natal dan Tahun Baru sudah dekat, dan akan dilanjutkan dengan bulan puasa menjelang Lebaran 2026. Ini momentum sensitif bagi masyarakat,” ujar Taher Fua dalam orasinya.
Gunung Botak kembali menjadi sorotan publik setelah Pemerintah Provinsi Maluku melakukan penertiban sebagai respons atas maraknya aktivitas penambangan tanpa izin. Kebijakan tersebut memicu penolakan karena dinilai tidak mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat setempat.
Para demonstran menyatakan langkah penyisiran dan pengosongan kawasan penambangan akan berdampak serius pada perekonomian lokal. Mereka menilai banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan rakyat di Gunung Botak.
“Kebijakan ini tidak berpihak kepada masyarakat. Jika tambang dihentikan, banyak warga yang akan kehilangan mata pencaharian,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Buru terkait insiden kericuhan maupun tuntutan massa aksi. Polisi memastikan situasi telah kembali kondusif setelah massa meninggalkan lokasi.(Tim)