31.4 C
Jakarta
BerandaPEMERINTAHANAksi Simbolik IJS Mamasa: Amplop Rp50 Ribu Jadi Kritik untuk Panitia HUT...

Aksi Simbolik IJS Mamasa: Amplop Rp50 Ribu Jadi Kritik untuk Panitia HUT Kabupaten”

Mamasa Mediaistana — Ikatan Jurnalis Sulawesi (IJS) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Mamasa menyampaikan kritik terbuka kepada panitia pelaksana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Mamasa melalui sebuah aksi simbolik berupa pengiriman amplop berisi uang sebesar Rp50.000 kepada Bupati Mamasa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus kritik terhadap kinerja panitia pelaksana HUT Kabupaten Mamasa yang dinilai kurang terbuka, kurang profesional, serta kurang menghargai berbagai pihak, termasuk insan pers dalam rangkaian kegiatan peringatan hari jadi daerah.

Ketua IJS DPW Mamasa menjelaskan bahwa pengiriman amplop tersebut bukanlah bentuk pemberian atau gratifikasi, melainkan simbol kritik dan perhatian agar pemerintah daerah, khususnya panitia HUT, dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme kerja dan pola komunikasi yang selama ini berjalan.

Amplop tersebut sengaja dikirimkan kepada Bupati Mamasa dengan harapan agar pimpinan daerah dapat menegur serta mengingatkan jajarannya, khususnya panitia pelaksana HUT ke-24 Kabupaten Mamasa, terkait mekanisme dan sikap dalam berkomunikasi maupun berkoordinasi dengan insan pers, terkhusus kepada Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat DPW Mamasa.

Menurut pihak IJS DPW Mamasa, tindakan ini merupakan bentuk ekspresi kritik yang konstruktif. Nilai uang sebesar Rp50.000 yang dimasukkan dalam amplop tersebut hanya bersifat simbolis sebagai bentuk kritikan terhadap sistem pengelolaan kegiatan dan pola komunikasi panitia yang dinilai kurang maksimal.

“IJS DPW Mamasa berharap Bupati Mamasa sebagai pimpinan pemerintahan daerah dapat memberikan teguran dan evaluasi kepada panitia HUT Kabupaten Mamasa, agar ke depan penyelenggaraan kegiatan daerah dapat lebih terbuka, profesional, dan menghargai semua pihak,” ujar perwakilan IJS DPW Mamasa.

Ketua DPP Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat, Irham Azis, S.I.P., juga menyayangkan situasi yang terjadi. Ia menilai seharusnya Bupati Mamasa dapat mengambil langkah tegas dengan menegur bahkan memberikan sanksi kepada panitia pelaksana HUT Mamasa yang dianggap tidak bekerja secara profesional.

“Sebagai Ketua DPP IJS Sulawesi Barat, saya berharap Bupati Mamasa tidak anti kritik dan dapat menerima bentuk protes yang dilakukan oleh para jurnalis di Mamasa,” tegas Irham Azis.

Sementara itu, Dewan Etik IJS DPW Mamasa, Dr(c). Ir. Rocky B. Paotonan, P.Eng., memberikan saran kepada seluruh anggota IJS DPW Mamasa agar tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berimbang serta tidak memfitnah pihak mana pun.

Ia menegaskan bahwa kritik harus tetap berada dalam koridor etika jurnalistik demi mendukung kemajuan Kabupaten Mamasa ke depan.

Melalui momentum peringatan HUT ke-24 Kabupaten Mamasa ini, IJS DPW Mamasa berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan kegiatan-kegiatan daerah dapat berjalan lebih baik, transparan, serta membangun sinergi yang sehat antara pemerintah daerah dan insan pers.

(Nurdin)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!