Banyuwangi,27-1-2025
Aktivis dan tokoh masyarakat Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) melontarkan kritik keras dan terbuka terhadap kepemimpinan bupati saat ini yang dinilai gagal total dalam menjawab persoalan nyata rakyat. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan lagi wacana politik, melainkan fakta sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Amir menegaskan bahwa berbagai persoalan mendasar — mulai dari buruknya pelayanan publik, melemahnya ekonomi rakyat kecil, hingga kebijakan yang tidak berpihak — menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah kehilangan arah, kepekaan, dan tanggung jawab moral.
“Kalau rakyat terus menjerit, pelayanan tetap lambat, ekonomi makin tercekik, dan pemerintah daerah hanya sibuk pencitraan, maka itu satu kesimpulan: kepemimpinan ini gagal. Tidak ada alasan untuk dipertahankan. 2026 harus ganti bupati,” tegas Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA).
Ia menilai kepala daerah saat ini lebih fokus mempertahankan kekuasaan daripada menyelesaikan masalah rakyat. Janji-janji pembangunan yang disampaikan berulang kali tidak pernah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di bawah, sementara kritik publik justru kerap diabaikan.
Menurut Amir, kegagalan ini bukan sekadar kegagalan administratif, tetapi sudah masuk pada kegagalan kepemimpinan secara menyeluruh — gagal membaca kondisi rakyat, gagal mengambil kebijakan berani, dan gagal menghadirkan keadilan sosial.
“Jabatan bupati itu amanah, bukan warisan. Kalau amanah itu tidak dijalankan, maka rakyat berhak dan wajib mengambil kembali mandatnya. Demokrasi tidak boleh melindungi kegagalan,” lanjutnya.
Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) juga mengingatkan bahwa mempertahankan pemimpin yang terbukti tidak bekerja hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada masyarakat, aktivis, dan seluruh elemen sipil untuk bersatu mendorong perubahan kepemimpinan melalui mekanisme demokrasi yang sah.
“2026 harus menjadi titik balik, bukan pengulangan kegagalan. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pandai bicara — rakyat butuh pemimpin yang berpihak dan bekerja,” pungkasnya.
Rilisan ini merupakan peringatan keras bahwa kesabaran rakyat ada batasnya, dan kegagalan kepemimpinan daerah tidak boleh lagi ditoleransi.
Narasumber:
Amir Mahrufkhan (RAJA ANGKASA)
Aktivis & Tokoh