33.7 C
Jakarta
BerandaTNI-POLRIAnak Ketua Korwil PWRI Bogor Selatan Jadi Korban Penganiayaan, PWRI Bogor Raya...

Anak Ketua Korwil PWRI Bogor Selatan Jadi Korban Penganiayaan, PWRI Bogor Raya Buka Laporan Polisi

Anak Ketua Korwil PWRI Bogor Selatan Jadi Korban Penganiayaan, PWRI Bogor Raya Buka Laporan Polisi dan Tuntut Tangkap Pelaku

Bogor, -mediaistana.com

Peristiwa kekerasan yang memilukan menimpa keluarga Ketua, kordinator wilayah (Korwil) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Selatan. Aditya Mile, anak dari Andri Haryanto (Ketua Koordinator Wilayah PWRI Bogor Selatan), menjadi korban penganiayaan sadis yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) saat pulang dari bekerja pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan Jalan Mayjen Edi Sukam, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit sejenis golok panjang. Akibat serangan itu, Aditya mengalami luka sobek parah di bagian punggung serta luka sobek dalam di pinggang sebelah kanan, dan pinggang sebelah kiri. Kejadian ini langsung dilaporkan secara resmi ke Polsek Cijeruk, pada Sabtu, (11/4/2026) pukul 11.30 WIB.

Dengan nomor laporan LP/B/05/IV/2026/SPKT/POLSEK CIJERUK/POLRES BOGOR/POLDA JAWA BARAT.

Menanggapi peristiwa yang sangat tidak manusiawi ini, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya, Rohmat Selamat, menyampaikan kecaman keras sekaligus pernyataan resmi:

“PWRI mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa Aditya, anak dari rekan kami ketua korwil PWRI Bogor Selatan. Tindakan ini sangat kejam, biadab, dan melanggar hak asasi manusia. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan perbuatan kekerasan semacam ini.” tegas Rohmat

Rohmat menambahkan, pihaknya menuntut aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas. “Kami meminta kepada kepolisian agar para pelaku penganiayaan ini segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak akan tinggal diam jika keamanan dan keselamatan keluarga anggota kami terancam,” Tambahnya

Sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan organisasi, Rohmat juga mengonfirmasi bahwa PWRI telah secara resmi membuka laporan polisi (LP) di Polsek Cijeruk, kabupaten bogor untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius, transparan, dan berkeadilan.

“Atas kejadian ini, PWRI telah membuka jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwajib. Namun kami berharap proses hukum berjalan cepat dan pelaku mendapat hukuman setimpal. PWRI akan terus mendampingi keluarga korban sampai kasus ini selesai,” pungkas Ketua PWRI

PWRI dan keluarga Korban berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar kekerasan di masyarakat dapat ditekan, serta keamanan setiap warga negara—termasuk keluarga insan pers—terjamin di bawah payung hukum negara.

Mediaistana reporter Maulana

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!