Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Kerusakan sejumlah fasilitas publik yang baru saja selesai dibangun di Kota Bogor menuai sorotan tajam dari DPRD. Legislator mendesak Inspektorat segera turun tangan untuk memeriksa kualitas proyek di kawasan GOM Bogor Utara dan GOR Pajajaran. Kamis, 02/04/2026.
Sejumlah kerusakan yang mencuat di antaranya ambruknya pagar lapangan mini soccer GOM Bogor Utara, kursi penonton yang terlepas di Indoor A GOR Pajajaran, hingga kondisi keramik kolam renang yang dinilai membahayakan pengguna. Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan serta rendahnya mutu pekerjaan konstruksi.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap remeh. Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama Inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek tersebut.
“Ini bukan hal sepele. Kami minta Inspektorat segera memeriksa secara menyeluruh hasil pekerjaan. Jika ditemukan pelanggaran atau kualitas di bawah standar, harus ada tindakan tegas,” ujarnya.
Menurut Benninu, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, terlebih di tengah kondisi fiskal yang terbatas. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak kecolongan oleh kontraktor yang bekerja asal-asalan.
“Efisiensi anggaran bukan berarti menurunkan kualitas. Jangan sampai uang rakyat terbuang untuk bangunan yang cepat rusak,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar proses pemilihan penyedia jasa ke depan dilakukan lebih selektif, dengan mempertimbangkan rekam jejak serta kualitas pekerjaan, demi menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, memberikan penjelasan terkait ambruknya pagar lapangan mini soccer GOM Bogor Utara yang terjadi pada 20 Maret lalu.
Menurutnya, kejadian tersebut dipicu oleh faktor cuaca ekstrem. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk perbaikan permanen. Sementara ini dilakukan perbaikan swadaya sambil menunggu anggaran dari BTT atau APBD Perubahan 2026,” jelasnya.
Terkait kursi penonton di GOR Indoor A Pajajaran yang sempat terlepas, Anas memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan.
“Untuk kursi di GOR Indoor, sudah kami tangani dan saat ini dalam kondisi baik,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Bogor untuk memperketat pengawasan proyek pembangunan, agar fasilitas publik yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan aman digunakan masyarakat.