Brand Kopi Tamaco Resmi Berdiri Sejak 2019, Mulyanto Dorong Peningkatan Ekonomi dan Edukasi Kopi Nasional
Jakarta -MEDIA ISTANA Lampung Barat — Industri kopi lokal kembali menunjukkan geliat positif dengan hadirnya Brand Kopi Tamaco yang secara resmi berdiri pada tahun 2019 di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Brand ini didirikan oleh Mulyanto dengan semangat kuat untuk mengubah roda perekonomian keluarga sekaligus mengangkat potensi kopi lokal ke tingkat yang lebih tinggi.senen 30/3/2026
Berawal dari keinginan sederhana namun penuh tekad, Mulyanto membangun Tamaco sebagai identitas usaha kopi yang memiliki makna “Utama Kopi”. Nama tersebut mencerminkan visi besar untuk menjadikan kopi sebagai sektor unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
“Awalnya saya hanya ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Tapi seiring perjalanan, saya terpikir untuk menciptakan brand kopi sendiri yang memiliki identitas kuat,” ujar Mulyanto dalam keterangannya.
Sejak awal berdiri, Mulyanto juga menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi usaha yang legal dan profesional. Ia telah mengupayakan pendaftaran kekayaan intelektual melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), yang mencakup hak cipta, hak paten, merek dagang, dan perlindungan lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keaslian produk serta memperkuat posisi brand di pasar.
Brand Kopi Tamaco sendiri menaungi berbagai jenis kopi unggulan, di antaranya kopi Torabika, Robusta, dan Liberika. Keberagaman produk ini menjadi salah satu kekuatan Tamaco dalam menjangkau berbagai segmen konsumen, baik pecinta kopi tradisional maupun penikmat kopi modern.
Dalam pengelolaan bisnisnya, Mulyanto mengaku menerapkan strategi pasar premium. Ia menekankan bahwa kontrol kualitas dan penentuan harga sepenuhnya berada di tangannya demi menjaga standar produk.
“Saya mengelola market secara premium karena saya yang menentukan harga. Kualitas harus sebanding dengan nilai yang diterima konsumen,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada bisnis, perjalanan Tamaco juga diwarnai dengan berbagai pencapaian membanggakan. Mulyanto telah meraih sejumlah penghargaan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan luas.
Lebih dari itu, Mulyanto kini aktif dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan. Ia kerap memberikan pelatihan kepada petani kopi, serta berbagi pengetahuan kepada siswa dan mahasiswa. Bahkan, ia juga sering diundang sebagai narasumber di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta.
“Sekarang saya tidak hanya fokus pada bisnis, tapi juga ingin berbagi ilmu. Saya ingin petani, pelajar, dan generasi muda memahami potensi besar kopi Indonesia,” tambahnya.
Kehadiran Brand Kopi Tamaco menjadi contoh nyata bagaimana usaha lokal dapat berkembang melalui kombinasi semangat kewirausahaan, legalitas yang kuat, serta komitmen terhadap kualitas dan edukasi. Dengan langkah yang konsisten, Tamaco diharapkan mampu terus berkontribusi dalam memajukan industri kopi Indonesia, khususnya dari daerah Lampung Barat.
HAMDAN