Bupati Buru, Ikram Umasugi, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat Salawaku 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polres Buru, Namlea, Kabupaten Buru, pada Kamis (12/3) pukul 16.40–17.25 WIT dan berjalan dengan aman serta lancar.
Apel tersebut turut dihadiri Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K.MM, Danki Brimob Kompi III Yon Pelopor Robby Sinay, jajaran perwira staf Polres Buru, unsur TNI dari Kodim 1506/Namlea, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Fahmi Ely, Kasatpol PP Kabupaten Buru Sahril Haulussy, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana sekaligus wujud komitmen sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Operasi tersebut bertujuan memastikan aktivitas mudik dan perayaan Idul Fitri berlangsung aman, tertib, dan lancar. Berdasarkan data yang disampaikan, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri menyiapkan 2.746 pos pelayanan dan pengamanan yang difokuskan pada 185.607 objek penting, termasuk masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, serta sarana transportasi.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga akan melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga, mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Dalam penutup amanatnya, Bupati Buru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Idul Fitri merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Semoga melalui sinergi seluruh pihak, pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Bupati juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan serta selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, seraya berharap momentum hari kemenangan membawa berkah dan kedamaian bagi semua.