JAKARTA, Mediaistana.com — Kisah cinta tak selalu berakhir pada kebahagiaan, Ada kalanya perasaan justru menjadi pintu menuju perubahan, kehilangan hingga keikhlasan, Pergulatan itulah yang coba dihadirkan film “Ibadah dan Cinta”, karya sutradara Jastis Arimba yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.
Film produksi Sinemata Buana Kreasindo ini mengisahkan Rico (Achmad Megantara), pemuda yang lama hidup di Melbourne, Australia, dengan kehidupan yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, Pertemuannya dengan Santun (Indah Permatasari), putri Kiai Umar, perlahan mengubah cara Rico memandang kehidupan.

Namun, hubungan keduanya tidak berjalan mudah, Santun telah dipersiapkan untuk menikah dengan Ustadz Salman, Perbedaan latar belakang, persoalan keluarga, hingga kondisi kesehatan Santun membuat hubungan Rico dan Santun semakin berada di ujung tanduk.
Di titik inilah “Ibadah dan Cinta” tidak sekadar menawarkan kisah romantis,Film berdurasi 116 menit tersebut membawa penonton mengikuti perjalanan seorang pemuda yang perlahan menemukan kembali arah hidupnya melalui sebuah hubungan yang penuh ujian.

Jastis Arimba menempatkan persoalan keluarga, kehilangan, keyakinan dan keteguhan hati sebagai bagian penting dalam perjalanan karakter, Perubahan Rico pun digambarkan bukan sebagai proses yang instan, melainkan pencarian makna iman yang tumbuh dari pengalaman dan ketulusan.
Kekuatan cerita juga diperkuat perpaduan dua dunia,Melbourne dengan lanskap modernnya berhadapan dengan suasana pesantren dan pedesaan Bogor yang lebih dekat dengan kehidupan religius, Perbedaan ruang tersebut menjadi bagian dari perjalanan emosional para karakter.
Selain Achmad Megantara dan Indah Permatasari, film ini turut menghadirkan Mathias Muchus, Elma Theana, Stevan Rizky dan sejumlah pemain lainnya.

“Ibadah dan Cinta” pada akhirnya mengajak penonton melihat bahwa cinta bukan semata-mata tentang memiliki,Ada proses belajar, berkorban, menerima kenyataan dan mengikhlaskan sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan.
Dengan membawa tema cinta, keluarga dan pencarian iman dalam satu cerita, film ini diproyeksikan menjadi salah satu tontonan drama romantis religi yang patut diperhitungkan menjelang akhir September 2026.