Jakarta, Mediaistana.Com – Suasana hangat sekaligus haru menyelimuti Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026), saat Sanggar Teater Cemara Delapan sukses menggelar pementasan perdana bertajuk Sayang Ada Orang Lain, Pertunjukan ini bukan sekadar debut, melainkan pernyataan kuat bahwa kelompok teater ini siap hadir memberi warna baru dalam lanskap seni pertunjukan ibu kota,Di bawah arahan sutradara Eddy Dharmawanto, lakon ini menghadirkan kisah cinta yang tak biasa—tentang perasaan yang tumbuh di waktu yang keliru, dan pilihan yang tak pernah benar-benar mudah,Konflik batin para tokohnya dibangun dengan intens, membuat penonton larut dalam dilema antara logika dan rasa.
Sejak awal pementasan, atmosfer panggung sudah terasa hidup, Dialog-dialog yang puitis berpadu dengan ekspresi emosional para pemain, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga relevan dengan realitas kehidupan banyak orang, Penonton diajak masuk ke ruang-ruang sunyi dalam hati manusia—tempat di mana cinta, pengorbanan, dan penyesalan saling berkelindan.
Tak hanya menghadirkan kesedihan, pementasan ini juga diselingi celetukan ringan dan adegan-adegan segar yang memancing tawa, Perpaduan antara drama dan komedi ini membuat alur cerita terasa dinamis dan tidak monoton, Penonton pun dibuat “naik-turun” secara emosional—tertawa, lalu terdiam, bahkan tak sedikit yang tampak menyeka air mata,“Ini bukan sekadar kisah cinta segitiga, Kami ingin menghadirkan rasa—rasa yang mungkin pernah dialami banyak orang, tapi jarang diungkapkan,” ujar Eddy usai pementasan.
Kehadiran penonton dari berbagai kalangan, termasuk komunitas dan organisasi, turut menambah semarak acara.
Andi Mulyati Pananrangi SE selaku Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) yang hadir bersama sejumlah anggotanya memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pementasan,“Luar biasa Ini bukan hanya tontonan, tapi tuntunan rasa,Ada haru, ada tawa, dan semuanya terasa dekat dengan kehidupan, Untuk ukuran pementasan perdana, ini sangat matang,” ungkapnya.

Gedung PPHUI sendiri menjadi pilihan tepat untuk menghadirkan nuansa intim sekaligus megah, Tata panggung yang sederhana namun efektif, didukung pencahayaan yang dramatis, semakin menguatkan emosi dalam setiap adegan.
Sebagai penutup, suasana keakraban terasa begitu kental saat para penonton berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pemain, Sesi salam-salaman dan foto bersama menjadi momen penuh kegembiraan—sebuah penanda bahwa batas antara panggung dan penonton seolah menghilang.
Pementasan Sayang Ada Orang Lain bukan hanya berhasil menghibur, tetapi juga meninggalkan jejak emosional yang mendalam,Debut Sanggar Teater Cemara Delapan ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka bukan sekadar hadir, tetapi siap bertahan dan berkembang di dunia teater Indonesia.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Jakarta, pertunjukan ini menjadi pengingat sederhana: bahwa cinta, dalam bentuknya yang paling rumit sekalipun, selalu menemukan cara untuk diceritakan—dan dirasakan bersama.